MAKASSAR — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Sungguminasa memperkuat komitmen integritas dan tata kelola keuangan melalui penandatanganan Pakta Integritas serta pendampingan penyusunan Rencana Penarikan Dana (RPD) Tahun Anggaran 2026. Kegiatan yang digelar di Hotel Grand Asia, Makassar, Kamis 5 Februari 2026, itu diikuti para kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) pemasyarakatan se-Sulawesi Selatan.
Kepala Lapas Narkotika Sungguminasa Gunawan hadir bersama jajaran dan turut menandatangani pakta integritas yang disaksikan langsung Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Selatan Rudy Fernando Sianturi. Penandatanganan dilakukan secara bergantian oleh seluruh kepala UPT sebagai bentuk penguatan komitmen bersama dalam mewujudkan birokrasi yang bersih dan akuntabel.
Usai kegiatan, Gunawan menegaskan bahwa pakta integritas bukan sekadar seremoni, melainkan komitmen moral yang harus diwujudkan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.
“Penandatanganan ini menjadi pengingat bagi kami untuk bekerja secara bersih, menghindari praktik pungutan liar, serta mengelola anggaran secara transparan dan bertanggung jawab,” ujarnya.
Menurut dia, langkah tersebut sejalan dengan upaya mendorong pembangunan Zona Integritas menuju predikat Wilayah Bebas dari Korupsi dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBK/WBBM) di lingkungan Lapas Narkotika Sungguminasa.
Selain penandatanganan pakta integritas, kegiatan juga diisi dengan pendampingan penyusunan RPD Tahun Anggaran 2026. Lapas Narkotika Sungguminasa mengikutsertakan tim keuangan, yakni Bendahara Agi Pangestu dan Operator RKA-K/L Jayadi, untuk menyusun perencanaan penarikan dana yang lebih terukur.
Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Sulawesi Selatan Rudy Fernando Sianturi dalam arahannya menekankan pentingnya sinergi antara pimpinan UPT dan pengelola keuangan dalam menyusun RPD. Ia menyebut perencanaan yang matang akan berdampak langsung pada optimalisasi penyerapan anggaran.
“RPD yang disusun dengan baik akan meminimalkan deviasi penyerapan anggaran dan mendukung pelaksanaan program kerja secara lebih efektif pada tahun 2026,” kata Rudy.
Melalui kegiatan ini, Lapas Narkotika Sungguminasa menegaskan komitmennya untuk mendukung tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel. Dengan perencanaan keuangan yang tepat, setiap program kerja diharapkan dapat berjalan optimal dan memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas pelayanan, baik bagi warga binaan maupun masyarakat. (Eka)