Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Makassar kembali duduk bersama membahas data pemilih berkelanjutan.
Pertemuan yang digelar pada Senin (23/6/2025), membahas pentingnya akurasi data sebagai fondasi Pemilu dan Pilkada mendatang.
Ketua KPU Makassar, Andi Muhammad Yasir Arafat, mengakui bahwa masih ada tantangan dalam menjaga kualitas daftar pemilih, terutama dari sisi validasi dan keterbukaan informasi.
“Pemutakhiran data ini bukan hanya soal administratif, tapi bagian dari hak konstitusional warga. Kami terus mendorong keterlibatan publik,” katanya.
Pertemuan itu juga dihadiri Bawaslu Makassar yang menekankan pentingnya pengawasan partisipatif. Risal Suaib dari Bawaslu mengatakan, data pemilih kerap menjadi titik rawan sengketa di masa pemilu.
“Penting bagi penyelenggara untuk membuka ruang dialog dengan masyarakat. Bukan hanya sekadar memutakhirkan, tapi juga memastikan kepercayaan publik,” jelasnya.
Adapun koordinasi antar dua lembaga ini diharapkan tak berhenti di ruang kerja, melainkan benar-benar diterjemahkan dalam aksi lapangan. Terlebih, proses pendataan sering kali tidak menjangkau warga yang berpindah domisili, meninggal, atau baru memenuhi syarat sebagai pemilih. (*/Thamrin)