MAROS — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Maros menanam bibit pisang di area lahan pembinaan pada Selasa, 14 April 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional sekaligus implementasi 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.
Penanaman dilakukan dengan melibatkan petugas dan warga binaan. Lapas memanfaatkan lahan yang tersedia untuk ditanami komoditas produktif yang diharapkan mampu menunjang kebutuhan pangan sekaligus bernilai ekonomis.
Kepala Lapas Kelas IIB Maros, Ali Imran, mengatakan kegiatan tersebut tidak sekadar rutinitas, melainkan bagian dari upaya berkelanjutan membangun kemandirian warga binaan.
“Program ini diarahkan untuk membekali keterampilan praktis bagi warga binaan agar memiliki kemampuan yang dapat dimanfaatkan setelah kembali ke masyarakat,” ujar Imran dalam keterangannya.
Ia menambahkan, program itu sejalan dengan arahan kementerian untuk mengoptimalkan pemanfaatan lahan di lingkungan pemasyarakatan agar lebih produktif. Selain mendukung ketahanan pangan, kegiatan ini juga menjadi sarana pembinaan yang bersifat edukatif.
Dalam pelaksanaannya, petugas memberikan pendampingan teknis kepada warga binaan, mulai dari proses penanaman hingga perawatan tanaman. Pendampingan ini ditujukan untuk memastikan hasil yang optimal serta keberlanjutan program.
Melalui kegiatan tersebut, Lapas Maros berharap dapat berkontribusi pada penguatan ketahanan pangan sekaligus menciptakan lingkungan pembinaan yang produktif bagi warga binaan. (Eka)