Mengintip Malam Razia di Rutan Masamba: Upaya Senyap Menjaga Integritas Lapas

Oktober 26, 2025
1 min read

Masamba — Sabtu malam (25 Oktober 2025), ketika sebagian besar warga telah menutup hari, sekelompok petugas dari Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Masamba justru bersiap menjalankan tugas sunyi: memastikan setiap sudut sel benar-benar aman.

Sekitar pukul 20.20 Wita, sebanyak 22 personel gabungan dari Rutan Masamba dan Polsek Mappadeceng memasuki blok hunian. Di bawah koordinasi Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan (Ka. KPR), mereka memulai razia yang menjadi bagian dari operasi deteksi dini gangguan keamanan dan ketertiban, sesuai instruksi Direktorat Jenderal Pemasyarakatan.

Sebelum penggeledahan dimulai, Ka. KPR mengingatkan seluruh petugas untuk tetap menjunjung tinggi prinsip kemanusiaan, menegakkan aturan tanpa melanggar hak-hak dasar Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).

“Setiap langkah harus proporsional. Kami ingin memastikan penegakan disiplin berlangsung tanpa kekerasan,” ujar Kepala Rutan Masamba, Syamsul Bahri, seusai kegiatan.

Razia malam itu difokuskan pada dua kamar hunian. Petugas memeriksa setiap barang pribadi dan melakukan pemeriksaan badan terhadap penghuni. Hasilnya, ditemukan sejumlah barang yang tidak sesuai dengan ketentuan tata tertib Rutan, meski tidak ada indikasi kepemilikan ponsel, narkotika, atau obat-obatan terlarang. Barang-barang yang disita akan ditindaklanjuti sesuai prosedur pengamanan internal.

Syamsul Bahri menyebut razia seperti ini akan terus dilakukan secara berkala. Bagi dia, penggeledahan bukan sekadar rutinitas administratif, melainkan bentuk nyata dari upaya menjaga integritas sistem pemasyarakatan.

“Kami membangun pola sinergi dengan aparat kepolisian sebagai bagian dari mekanisme pencegahan. Deteksi dini ini penting agar lingkungan pembinaan tetap kondusif dan jauh dari praktik yang bisa merusak proses rehabilitasi sosial,” katanya.

Di balik langkah-langkah pengamanan yang tampak rutin, ada pesan yang lebih besar bahwa keamanan dan kemanusiaan dapat berjalan beriringan. Razia malam itu menjadi simbol komitmen baru dalam tata kelola pemasyarakatan di mana transparansi, profesionalisme, dan penghormatan terhadap hak-hak penghuni menjadi fondasi utama.

Kegiatan berakhir tanpa insiden. Di lorong-lorong Rutan Masamba, suasana kembali tenang, meninggalkan jejak kerja senyap para petugas yang menjaga salah satu benteng terakhir penegakan hukum di tingkat akar rumput. (Eka)

Latest from Blog

Postingan Sebelum

Kejari Maros Masih Menunggu Tugas Resmi BPKP untuk Audit Kasus Outsourcing BPKA Sulsel

Postingan Selanjutnya

Perkuat Solidaritas, PIPAS Sulawesi Selatan Gelar Pertemuan di Gowa

error: Content is protected !!

Don't Miss