Komitmen Tak Sekadar Seremonial di Rutan Pangkep

Oktober 22, 2025
1 min read

Pangkep — Di Aula Ngusman yang jadi saksi banyak rapat dan apel pagi, Senin 20 Oktober 2025 siang itu suasananya sedikit berbeda. Seluruh jajaran Rutan Kelas IIB Pangkep, dari pejabat struktural sampai petugas jaga, duduk berjejer rapi di depan layar virtual. Mereka tengah mengikuti kegiatan Penandatanganan Komitmen Bersama Pemberantasan Halinar singkatan dari Handphone, Pungli, dan Narkoba yang digelar serentak oleh Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas).

Di dunia Pemasyarakatan, Halinar ini ibarat tiga kata yang paling dihindari. Tiga momok yang kalau dibiarkan, bisa merusak seluruh kerja keras membangun kepercayaan publik. Karena itu, kegiatan hari itu bukan sekadar formalitas tanda tangan, tapi bentuk sumpah moral untuk tetap berada di jalur yang lurus.

Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Mashudi, dalam sambutannya mengingatkan bahwa komitmen seperti ini tidak boleh berhenti di spanduk atau berita seremonial.

“Komitmen ini adalah janji moral. Ia harus hidup dalam sikap dan tindakan kita sehari-hari,” ujarnya lantang dari layar, menegaskan pentingnya menjaga kehormatan lembaga dan integritas petugas.

Pesan itu disambut serius oleh seluruh peserta. Satu per satu, petugas Rutan Pangkep menandatangani dokumen komitmen sebagai simbol bahwa perang melawan Halinar tidak bisa ditunda-tunda. Kepala Rutan Pangkep, Irphan Dwi Sandjojo, bahkan menyebut momen itu sebagai ajang introspeksi.

“Komitmen ini jangan cuma berhenti di atas kertas. Ia harus tertanam di hati setiap petugas. Karena hanya dengan cara itu, Rutan Pangkep bisa benar-benar menjadi tempat pembinaan yang aman, manusiawi, dan bebas dari pelanggaran,” tegasnya.

Irphan menambahkan, tugas menjaga integritas bukan beban, tapi kehormatan. Ia mengajak seluruh jajaran untuk terus berbenah, membangun budaya kerja yang bersih dan melayani.

“Tidak ada institusi yang sempurna, tapi kita bisa terus memperbaiki diri,” ujarnya menutup acara dengan nada reflektif.

Dengan penandatanganan komitmen ini, Rutan Pangkep menegaskan langkahnya: perang terhadap Halinar bukan sebatas jargon, melainkan gerakan bersama. Sebuah ikhtiar kecil tapi berarti, agar di balik jeruji, masih ada ruang luas untuk integritas tumbuh. (Eka)

Postingan Sebelum

Setahun KemenHAM: Dari Seremoni Tasyakuran hingga Refleksi tentang Keadilan yang Tak Boleh Sekadar Wacana

Postingan Selanjutnya

Berkas TPPU Sulfikar Balik Lagi ke Jaksa: Kasusnya Jalan, tapi Kayak Jalan di Tempat

Latest from Blog

Postingan Sebelum

Setahun KemenHAM: Dari Seremoni Tasyakuran hingga Refleksi tentang Keadilan yang Tak Boleh Sekadar Wacana

Postingan Selanjutnya

Berkas TPPU Sulfikar Balik Lagi ke Jaksa: Kasusnya Jalan, tapi Kayak Jalan di Tempat

error: Content is protected !!

Don't Miss