Lapas Sungguminasa Gandeng Unhas untuk Edukasi Kesehatan Mental

September 12, 2025
1 min read

Sungguminasa– Di lingkungan lapas, kesehatan mental sering kali luput dari perhatian. Tekanan hidup, keterbatasan interaksi sosial, dan stigma dari masyarakat membuat banyak warga binaan pemasyarakatan (WBP) rentan menghadapi masalah psikologis.

Menjawab tantangan ini, Lapas Narkotika Kelas IIA Sungguminasa berkolaborasi dengan mahasiswa Universitas Hasanuddin (Unhas) untuk menghadirkan program edukasi kesehatan mental bagi para penghuni baru.

Pada Kamis, 11 September 2025, mahasiswa dari Departemen Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku, Fakultas Kesehatan Masyarakat Unhas, melaksanakan kegiatan magang yang difokuskan pada penyuluhan mental health.

Program ini menyasar WBP yang sedang menjalani masa pengenalan lingkungan (Mapenaling), dengan tujuan memperkenalkan konsep dasar kesehatan mental, gejala umum gangguan psikologis, serta cara sederhana mengelola stres.

Materi yang disampaikan mencakup pengenalan depresi, kecemasan, hingga strategi praktis seperti teknik relaksasi, berpikir positif, dan pentingnya dukungan sosial. Edukasi ini dikemas interaktif melalui diskusi, tanya jawab, dan praktik langsung, yang membuat warga binaan aktif berpartisipasi.

Lapas Sungguminasa Gandeng Unhas untuk Edukasi Kesehatan Mental.

Kalapas Narkotika Sungguminasa, Gunawan, menilai kegiatan ini sebagai langkah penting dalam mengintegrasikan pembinaan lapas dengan ilmu pengetahuan.

“Kami menyambut baik kehadiran mahasiswa Unhas yang membawa perspektif segar tentang kesehatan mental. Kegiatan seperti ini membantu warga binaan tidak hanya secara keterampilan, tetapi juga secara psikologis. Itu modal utama mereka ketika kembali ke masyarakat,” ujarnya.

Kerja sama antara dunia akademik dan lembaga pemasyarakatan ini menegaskan bahwa rehabilitasi tidak berhenti pada aspek fisik atau keterampilan kerja. Kesehatan mental yang selama ini jarang menjadi prioritas didorong menjadi bagian penting dari upaya pembinaan, sekaligus membuka peluang bagi warga binaan untuk pulih, belajar, dan menemukan kembali rasa percaya diri. (Eka)

Latest from Blog

Postingan Sebelum

Transformasi Nusakambangan: Dari Pulau Penjara ke Laboratorium Ketahanan Pangan

Postingan Selanjutnya

Usulan Kejati Sulsel: Menempatkan Jaksa di Pusat Sistem Peradilan

error: Content is protected !!

Don't Miss