Sebagai upaya untuk memanfaatkan lahan kosong di sekitar lingkungan, pihak Rutan Masamba mengambil langkah inovatif guna mendukung program ketahanan pangan sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih produktif.
Program ini sejalan dengan amanat Asta Cita Presiden dan 13 Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam rangka meningkatkan ketahanan pangan serta mengoptimalkan pemanfaatan potensi sumber daya yang ada.
“Dengan memanfaatkan lahan yang semula terbengkalai, pihak Rutan Masamba melaksanakan program bercocok tanam yang melibatkan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP),” kata Karutan Masamba, Syamsul Bahri, Senin (10/2/2025).
Program ini, sebut dia, bertujuan untuk meningkatkan ketahanan pangan sekaligus memberikan kesempatan bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) untuk mengembangkan keterampilan berkebun.
“Berbagai jenis sayuran, seperti kangkung, singkong, dan bayam putih, ditanam di lahan tersebut,” tutur Syamsul.

Dia menyebutkan, bercocok tanam tak hanya bermanfaat dalam hal konsumsi, tetapi juga memberi nilai tambah berupa pembelajaran keterampilan bertani yang dapat bermanfaat bagi kehidupan mereka setelah masa pidana berakhir.
Selain itu, kata Syamsul, melalui kegiatan ini, diharapkan dapat tercipta rasa tanggung jawab, kedisiplinan, serta kemampuan untuk mengelola sumber daya secara efektif.
Melalui keterlibatan aktif dalam pertanian, lanjut dia, Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) diharapkan dapat merasakan manfaat, sekaligus membuka peluang untuk meningkatkan kemandirian dan kualitas hidup ke depannya.
“Program ini juga menjadi bentuk kontribusi positif Rutan Masamba terhadap upaya peningkatan kesejahteraan sosial secara lebih luas,” Syamsul menandaskan. (Eka)