Makassar– Di Sulawesi Selatan, salah satu provinsi dengan dinamika hukum yang kompleks di Indonesia timur, ratusan calon jaksa baru tengah bersiap memasuki fase penting dalam karier mereka.
Pada Selasa (9/9/2025), Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan menerima kunjungan tim dari Badan Pendidikan dan Pelatihan (Badan Diklat) Kejaksaan Republik Indonesia untuk mensosialisasikan Latihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil (Latsar CPNS) 2025.
Sebanyak 290 calon pegawai di wilayah ini akan mengikuti pelatihan, bagian dari total 7.025 CPNS kejaksaan di seluruh Indonesia. Angka tersebut menandai salah satu rekrutmen terbesar dalam beberapa tahun terakhir, dan Sulawesi Selatan dipandang sebagai barometer keberhasilan program ini.
“Sulawesi Selatan bukan hanya pintu gerbang timur Indonesia, tetapi juga cerminan komitmen kejaksaan dalam menyiapkan generasi yang profesional dan berintegritas,” ujar Kepala Kejaksaan Tinggi Sulsel, Agus Salim.
Ia menekankan pentingnya pelatihan ini untuk membangun aparatur yang menjunjung tinggi nilai etika dan Tri Krama Adhyaksa, sembari beradaptasi dengan era digital.
Kunjungan tim yang dipimpin oleh Sekretaris Badan Diklat Kejaksaan RI, Ade Tajudin Sutiawarman, menyoroti perubahan mendasar dalam metode pendidikan: tahun ini, sebagian besar pelatihan dasar akan dilakukan secara daring.
“Kami ingin pembekalan lebih komprehensif dan dapat menjangkau seluruh satuan kerja, termasuk di wilayah-wilayah seperti Sulawesi Selatan yang memiliki tantangan tersendiri,” kata Ade.
Acara sosialisasi turut dihadiri Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan, Robert M. Tacoy, serta sejumlah kepala kejaksaan negeri, baik secara langsung maupun melalui platform daring.
Bagi Indonesia, yang terus berupaya memperkuat kredibilitas lembaga hukum di tengah sorotan publik terkait korupsi dan penyalahgunaan wewenang, keberhasilan program ini di Sulawesi Selatan akan menjadi tolok ukur nasional.
Dari Makassar, pesan yang ingin ditegaskan jelas yaitu membangun integritas hukum harus dimulai sejak hari pertama seseorang mengabdi sebagai abdi negara. (Eka)