Suasana produktif terlihat di Lapas Kelas IIA Palopo saat para Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) dengan penuh semangat menjalani kegiatan pertanian sebagai bagian dari program pembinaan kemandirian. Mulai dari memperbaiki tiang tanaman kacang panjang hingga memanen hasil kebun seperti terong dan kangkung, para WBP menunjukkan semangat kerja keras dan gotong royong di tengah lingkungan tertutup.
Dalam kegiatan hari ini, mereka tampak sibuk memperbaiki tiang penyangga tanaman yang mulai lapuk agar pertumbuhan kacang panjang tetap optimal. Tak hanya itu, alat bajak mesin juga digunakan untuk membuat bedengan baru sebagai persiapan penanaman pasca panen. Pengolahan tanah ini dinilai penting agar media tanam tetap gembur dan subur.
Tak kalah menarik, para WBP juga memanen hasil pertanian berupa terong dan kangkung. Panen dilakukan secara hati-hati agar tidak merusak tanaman muda yang masih tumbuh. Hasil panen itu nantinya akan dikonsumsi oleh warga binaan sendiri, sebagai bagian dari upaya pemenuhan gizi sekaligus mendukung ketahanan pangan internal lapas.
Kegiatan ditutup dengan penanaman bibit pare yang dilakukan bersama secara gotong royong di bawah bimbingan langsung petugas pembina.
Kepala Lapas Kelas IIA Palopo, Erwan Prasetyo, menyebutkan bahwa kegiatan ini adalah bentuk nyata pembinaan sekaligus kontribusi terhadap ketahanan pangan nasional.
“Melalui kegiatan ini, para warga binaan tidak hanya memperoleh keterampilan yang bermanfaat, tetapi juga turut berperan dalam menciptakan suasana lapas yang produktif dan mandiri,” kata Erwan Prasetyo dalam keterangannya, Selasa 16 Juli 2025.
Seluruh aktivitas berjalan aman, tertib, dan lancar di bawah pengawasan petugas. Lapas Palopo terus berkomitmen menghadirkan lingkungan pembinaan yang edukatif dan membekali para WBP dengan keterampilan berguna untuk masa depan setelah bebas. (*/Eka)