Kurban Menyentuh Hati di Lapas Maros

Juni 7, 2025
1 min read

Suasana haru dan khidmat menyelimuti Lapas Kelas IIB Maros saat gema takbir Iduladha berkumandang, Jumat (6/6). Lima ekor sapi dan dua kambing dikurbankan bukan hanya sebagai bentuk ibadah, tapi juga simbol harapan dan pembinaan rohani bagi warga binaan yang terlibat langsung dalam pelaksanaannya.

Tak seperti biasanya, para warga binaan tidak hanya menjadi penerima, tapi juga pelaku dalam pelaksanaan kurban. Mereka dipercaya menjadi panitia, membantu proses penyembelihan hingga distribusi daging kurban—sebuah langkah nyata dalam program pembinaan spiritual dan kemandirian.

“Kurban bukan hanya ritual, tapi pelajaran hidup. Di sini, kami ajarkan nilai-nilai keikhlasan, kerja sama, dan kepedulian,” ungkap Kepala Lapas Maros, Ali Imran.

Kegiatan ini menjadi titik balik bagi banyak warga binaan. Salah satunya, yang enggan disebutkan namanya, mengaku momen ini membuatnya tersadar akan arti berbagi dan memperbaiki diri.

“Saya merasa kembali menjadi manusia. Meski di penjara, saya bisa berbuat baik,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca.

Daging kurban dibagikan kepada seluruh warga binaan, petugas, dan masyarakat sekitar. Kehadiran keluarga dan tokoh agama yang turut menyaksikan membuat suasana semakin hangat, menegaskan bahwa momen Iduladha tetap bermakna, bahkan dari balik jeruji besi.(*/Eka)

Postingan Sebelum

Hangatnya Lebaran di Balik Jeruji, Rutan Pangkajene Hadirkan Momen Keluarga Penuh Makna

Postingan Selanjutnya

Pemerintah Luwu Utara Dukung Perbaikan Drainase Rutan Masamba dengan Alat Berat

Latest from Blog

Postingan Sebelum

Hangatnya Lebaran di Balik Jeruji, Rutan Pangkajene Hadirkan Momen Keluarga Penuh Makna

Postingan Selanjutnya

Pemerintah Luwu Utara Dukung Perbaikan Drainase Rutan Masamba dengan Alat Berat

error: Content is protected !!

Don't Miss