Suasana khidmat terasa di Masjid Baitut Taubah Rutan Kelas IIB Pangkep saat sejumlah warga binaan mengikuti program Dirosa (Pendidikan Al-Qur’an Orang Dewasa), Senin (7/7/2025). Program ini menjadi bagian dari pembinaan kepribadian yang digagas pihak rutan guna memperkuat pemahaman agama serta membentuk karakter spiritual warga binaan.
Dengan pendampingan langsung dari petugas rutan, kegiatan Dirosa digelar rutin menggunakan metode pembelajaran yang disesuaikan dengan kemampuan masing-masing peserta. Tak hanya diajarkan membaca Al-Qur’an secara benar, para warga binaan juga dibimbing untuk memahami makna dan nilai-nilai yang terkandung dalam ayat-ayat suci.
Kepala Rutan Pangkep, Irphan Dwi Sandjojo, menyebut program ini sebagai ruang refleksi dan pembelajaran mendalam bagi warga binaan dalam menjalani masa pidana.
“Dirosa menjadi ruang pembelajaran sekaligus perenungan bagi warga binaan. Mereka tidak hanya diajarkan membaca Al-Qur’an dengan benar, tetapi juga dibimbing untuk memahami nilai-nilai yang terkandung di dalamnya,” ujarnya.
Respon positif pun datang dari para peserta. Beberapa di antaranya bahkan mengaku baru pertama kali belajar membaca Al-Qur’an, dan kini menunjukkan perkembangan signifikan.
Lewat program ini, pihak Rutan Pangkep berharap para warga binaan dapat memaknai masa tahanan sebagai momentum hijrah dan pembenahan diri, sehingga ketika bebas nanti mereka siap kembali ke masyarakat dengan semangat hidup dan akhlak yang lebih baik. (Eka)