Di balik tembok Rutan Kelas IIB Pangkep, kesempatan belajar tak pernah padam bagi para warga binaan. Sabtu (5/7/2025), ruang perpustakaan Rutan menjadi saksi kegiatan pembelajaran bahasa Inggris dasar yang rutin digelar dengan fokus pada penggunaan sehari-hari.
Program ini mengajarkan warga binaan cara berkomunikasi sederhana dalam bahasa Inggris, seperti memesan makanan di restoran. Metode pembelajaran yang interaktif dan materi yang relevan membuat para peserta antusias mengikuti setiap sesi. Mereka tidak hanya menerima teori, tetapi juga langsung mempraktikkan dialog dalam situasi nyata agar lebih mudah dipahami dan diterapkan.
Sulaiman, petugas pembinaan kepribadian, menjelaskan tujuan kegiatan ini adalah membuka wawasan dan memberikan bekal keterampilan dasar bahasa Inggris yang berguna setelah mereka kembali ke masyarakat.
“Kami ingin mereka mengenal kosa kata penting dan mampu berdialog ringan dalam bahasa Inggris sehari-hari,” ujarnya.
Selain kelas bahasa Inggris, Rutan Pangkep juga menjalankan program pemberantasan buta aksara untuk membantu warga binaan yang belum bisa membaca dan menulis.
Rutan percaya bahwa keterbatasan fisik bukan penghalang untuk belajar. Melalui pembelajaran rutin, warga binaan didorong mengembangkan kemampuan dan mempersiapkan diri menghadapi kehidupan baru setelah masa pidana.
Ke depan, Rutan Pangkep berencana meluncurkan program “English Day”, di mana warga binaan dan petugas didorong menggunakan bahasa Inggris dalam percakapan sehari-hari pada waktu tertentu. Program ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan belajar yang lebih hidup dan aplikatif.
Dengan program inovatif ini, Rutan Pangkep menunjukkan komitmennya dalam membangun masa depan warga binaan yang lebih cerah dan siap bersaing di era globalisasi. (Eka)