Angin Segar di Bumi Celebes, 6 Kajari di Sulsel Dimutasi

Juli 5, 2025
1 min read

Suasana di lingkungan Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan mulai berubah. Hiruk pikuk rutinitas yang biasa, kini dihiasi obrolan tentang wajah-wajah baru yang akan mengemban amanah hukum di beberapa daerah. Dalam keputusan yang tertuang dalam Surat Keputusan Jaksa Agung Republik Indonesia Nomor 353 Tahun 2025, enam Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) di Sulawesi Selatan resmi dimutasi ke berbagai wilayah.

Rotasi ini bukan sekadar pergantian jabatan, tetapi juga langkah strategis dalam menjaga dinamika organisasi Kejaksaan agar tetap segar dan progresif. Di balik perpindahan ini, ada kisah para penegak hukum yang bersiap melanjutkan pengabdian di tempat baru dan mereka yang datang membawa harapan bagi daerah yang mereka pimpin.

Dari Maros ke NTB, dari Meranti ke Maros

Muh Zulkifli Said yang sebelumnya memegang tongkat kepemimpinan di Kejari Maros, kini mendapat kepercayaan baru sebagai Asisten Tindak Pidana Khusus Kejati Nusa Tenggara Barat. Kursinya di Maros kini diisi oleh Febriyan M, sosok yang telah menorehkan pengabdian di Kepulauan Meranti. Sebuah pertukaran pengalaman yang menjanjikan warna baru di dua wilayah tersebut.

Wajah Baru di Takalar dan Sinjai

Tenriawaru, mantan Kajari Takalar, kini melangkah ke Palu sebagai Asisten Perdata dan Tata Usaha Negara Kejati Sulawesi Tengah. Jabatannya digantikan oleh Muhammad Ahsan Thamrin, yang membawa pengalamannya dari Halmahera Utara.

Sementara itu, di Sinjai, tongkat estafet kepemimpinan dari Zulkarnaen yang kini dipercaya sebagai Kajari Blitar diberikan kepada Mohammad R Bugis, eks Koordinator Kejati Sulbar.

Perempuan Pimpin Parepare, Kajari Baru Sambut Luwu Utara dan Tana Toraja

Rotasi juga menyapa Parepare, tempat Abdillah, kini diangkat sebagai Asisten Pembinaan pada Kejati Sulsel. Posisi strategis itu kemudian ditempati oleh Darfiah, perempuan tangguh yang sebelumnya menjadi Asisten Pembinaan di Kejati Kalimantan Timur. Kehadirannya menjadi catatan tersendiri dalam perjalanan hukum di kota pelabuhan itu.

Di Luwu Utara, Rudhy Parhusip, berpindah tugas sebagai Kajari Ogan Komering Ulu. Ia digantikan oleh Harwanto, yang membawa serta semangat baru dari Kalimantan Tengah.

Sementara di Tana Toraja, yang selama ini hanya diisi oleh pelaksana tugas, kini resmi memiliki Kajari definitif. Frendra AH, sebelumnya Koordinator pada Kejati Kepulauan Bangka Belitung, kini siap menjejakkan kaki di tanah adat yang kaya akan budaya itu.

Rotasi ini bukan hanya tentang perpindahan jabatan. Ia adalah gambaran hidup dari semangat organisasi yang terus berbenah, bergerak, dan menyesuaikan diri dengan tantangan zaman. Seperti aliran sungai yang tak pernah berhenti, Kejaksaan terus melaju mengalirkan keadilan, di mana pun para penegaknya ditugaskan. (*)

Postingan Sebelum

Rutan Pangkep Buka Kelas Bahasa Inggris, Warga Binaan Siap Hadapi Dunia Baru

Postingan Selanjutnya

Rutan Masamba Gandeng Wahdah Islamiyah Gelar Tahsin Al-Qur’an untuk Warga Binaan

Latest from Blog

Postingan Sebelum

Rutan Pangkep Buka Kelas Bahasa Inggris, Warga Binaan Siap Hadapi Dunia Baru

Postingan Selanjutnya

Rutan Masamba Gandeng Wahdah Islamiyah Gelar Tahsin Al-Qur’an untuk Warga Binaan

error: Content is protected !!

Don't Miss