Komitmen Lapas Kelas IIB Maros untuk meraih predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) semakin diperkuat melalui kegiatan studi tiru ke Rutan Kelas IIB Pinrang pada Kamis 19 Juni 2025.
Sebanyak 16 petugas yang tergabung dalam Tim Pembangunan Zona Integritas (ZI) Lapas Maros turut serta dalam kunjungan tersebut. Mereka diterima langsung oleh Kepala Rutan Pinrang, Sahril, bersama jajaran pejabat struktural dan tim ZI.

Rutan Pinrang menjadi tujuan studi tiru karena telah berhasil meraih predikat WBK pada 2019 dan kini sedang berproses menuju Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM). Pencapaian tersebut menjadikan Rutan Pinrang sebagai rujukan bagi satuan kerja lainnya dalam menerapkan prinsip tata kelola pemerintahan yang bersih dan melayani.
Kegiatan diawali dengan pemaparan dari Kepala Rutan Pinrang mengenai perjalanan pembangunan ZI, mulai dari tahap perencanaan, inovasi pelayanan publik, hingga strategi menghadapi penilaian nasional. Materi yang disampaikan diperkuat dengan dokumentasi dan praktik layanan digital yang telah dijalankan.
Kepala Lapas Maros, Ali Imran, menyampaikan apresiasinya atas sambutan hangat yang diberikan oleh jajaran Rutan Pinrang. Ia menilai kegiatan ini sangat penting sebagai bentuk nyata pembelajaran dalam meningkatkan kualitas layanan dan integritas di lingkungan Lapas Maros.
“Studi tiru ini bukan sekadar kunjungan seremonial, tetapi momentum penting untuk menyerap praktik baik yang telah diterapkan di Rutan Pinrang. Harapan kami, hasil kunjungan ini bisa segera kami adaptasi dan aplikasikan demi mempercepat pembangunan ZI menuju WBK dan WBBM,” ujar Ali Imran.

Selain menerima materi, para peserta juga diajak meninjau sejumlah area unggulan di Rutan Pinrang seperti Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP), ruang pengaduan masyarakat, ruang kunjungan yang ramah keluarga, serta galeri hasil karya warga binaan.
Kegiatan ditutup dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang berlangsung dinamis. Tim Lapas Maros aktif menggali berbagai informasi mulai dari tantangan teknis, strategi inovatif, hingga upaya menjaga keberlanjutan program WBK yang sudah dijalankan oleh Rutan Pinrang.
Kegiatan studi tiru ini diharapkan menjadi pijakan kuat bagi Lapas Maros dalam membangun budaya kerja yang profesional, transparan, dan bebas dari praktik korupsi demi pelayanan publik yang semakin berkualitas.(*/Eka)