Bersih Tanpa Syarat: Misi Baru Pemasyarakatan Sulsel Lawan Narkoba dan HP Ilegal

Juni 5, 2025
1 min read

Di balik jeruji besi, perjuangan untuk kehidupan yang lebih baik tidak berhenti. Kantor Wilayah Pemasyarakatan Sulawesi Selatan baru saja mengambil langkah penting dalam menciptakan sistem pemasyarakatan yang lebih bersih, aman, dan bermartabat. Tak sekadar janji, mereka mendeklarasikan komitmen bersama untuk membebaskan Lapas, Rutan, dan LPKA dari peredaran narkoba serta penggunaan telepon genggam ilegal.

Lebih dari seremoni, deklarasi yang berlangsung di Lapas Kelas I Makassar, Kamis (5/6/2025), menjadi simbol perubahan besar yang tengah diupayakan. Kepala Kanwil Pemasyarakatan Sulsel, Rudy Fernando Sianturi, menyatakan bahwa ini adalah momen penguatan moral, bukan hanya formalitas.

“Ini adalah langkah nyata. Kami ingin pemasyarakatan menjadi tempat pembinaan yang sesungguhnya, bukan ruang abu-abu yang dikendalikan oleh barang-barang terlarang,” tegas Rudy dalam amanatnya.

Mengapa Ini Penting?

Narkoba dan telepon genggam ilegal adalah dua faktor utama yang mengganggu proses pembinaan warga binaan. HP ilegal bisa membuka akses ke dunia luar, termasuk untuk mengatur peredaran narkoba dari balik sel. Inilah yang ingin diputus oleh sistem pemasyarakatan Sulsel.

Selain seluruh Kepala UPT yang menandatangani komitmen bersama, hadir pula perwakilan dari BNNP Sulsel, Polrestabes Makassar, dan Kodim 1408. Kolaborasi lintas lembaga ini menjadi kunci utama dalam memastikan bahwa pengawasan tidak hanya internal, tapi juga terintegrasi dengan aparat penegak hukum lainnya.

Pendidikan Integritas bagi Aparat

Langkah ini juga menjadi bentuk pendidikan nilai integritas bagi seluruh jajaran pegawai. Penekanan terhadap bahaya narkoba dan judi online tidak hanya ditujukan kepada warga binaan, tapi juga pada petugas pemasyarakatan.

“Jika ada petugas yang melanggar, kami tidak akan kompromi. Tindakan tegas harus diambil demi menjaga kepercayaan publik,” ujar Rudy.

Dari Komitmen Menuju Aksi Nyata

Tidak berhenti pada deklarasi, kegiatan ini dilanjutkan dengan pemusnahan barang-barang terlarang hasil sidak. Mulai dari HP ilegal hingga alat konsumsi narkoba, semua dimusnahkan sebagai simbol perang terhadap penyimpangan di balik tembok penjara.

Bahkan, kerja sama resmi dengan BNNP Sulsel juga diteken dalam kesempatan tersebut. Hal ini menjadi bukti bahwa pemberantasan narkoba bukan wacana, tapi upaya konkret yang dilandasi kerja sama strategis.

Catatan Edukasi: Kenapa Telepon Genggam Ilegal Berbahaya di Lapas?

Telepon genggam yang masuk tanpa izin bisa menjadi alat bagi warga binaan untuk mengatur transaksi narkoba, melakukan penipuan online, mengintimidasi pihak luar serta menjalankan bisnis ilegal.

Karenanya, pencegahan masuknya HP ilegal bukan hanya soal disiplin, tapi juga keamanan nasional.

Dengan komitmen ini, Sulsel menunjukkan bahwa pemasyarakatan bukan lagi tempat untuk menghukum, tetapi untuk membina. Sebuah sistem yang bersih bukan sekadar tujuan tapi kebutuhan.

“Bebas bukan hanya soal keluar dari penjara, tapi bebas dari ketergantungan dan kejahatan.” (*/Eka)

Postingan Sebelum

Plastik Kurban Ancam Lingkungan Kota

Postingan Selanjutnya

Ribuan Warga Binaan Rutan Makassar Ikuti Sholat Idul Adha 1446 H, Momen Titik Balik Menuju Pribadi yang Lebih Baik

Latest from Blog

Postingan Sebelum

Plastik Kurban Ancam Lingkungan Kota

Postingan Selanjutnya

Ribuan Warga Binaan Rutan Makassar Ikuti Sholat Idul Adha 1446 H, Momen Titik Balik Menuju Pribadi yang Lebih Baik

error: Content is protected !!

Don't Miss