Makassar — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Sulawesi Selatan memperbarui peringatan dini cuaca pada Jumat sore, 26 Desember 2025. Sejumlah wilayah di Sulawesi Selatan masih berpotensi diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang.
Dalam pembaruan yang dirilis pukul 17.00 WITA, BMKG menyebutkan potensi cuaca ekstrem diperkirakan mulai terjadi sekitar pukul 17.30 WITA dan dapat berlangsung hingga pukul 19.30 WITA.
Wilayah yang terdampak pada fase awal antara lain Kabupaten Gowa meliputi Tinggimoncong, Tombolopao, Pattalasang, dan Parigi; Kabupaten Bone di Tellulimpoe; Kabupaten Maros di Bantimurung, Simbang, Cenrana, Tompobulu, Lau, dan Turikale; serta Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan di Balocci dan Tondong Tallasa.
Hujan lebat juga berpotensi terjadi di Kabupaten Barru (Tanete Riaja, Pujananting), Kabupaten Luwu (Bua, Walenrang Barat dan Utara, Basse Sangtempe Utara), Kabupaten Luwu Utara (Malangke, Bone-Bone, Masamba, Sabbang, Sukamaju, Mappedeceng, Baebunta), Kabupaten Luwu Timur (Mangkutana), serta Kabupaten Toraja Utara (Nanggala, Rantebua).
BMKG menyatakan potensi hujan disertai petir dan angin kencang itu dapat meluas ke sejumlah daerah lain. Di antaranya Kabupaten Jeneponto, Takalar, wilayah lain di Gowa, Sinjai Barat, sejumlah kecamatan di Bone dan Maros, Pangkajene dan Kepulauan, Barru, Soppeng, Enrekang, Luwu, Tana Toraja, Luwu Utara, Luwu Timur, Toraja Utara, hingga Kota Palopo.
Prakirawan BMKG Sulawesi Selatan mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi, seperti genangan air, banjir lokal, tanah longsor, serta pohon tumbang akibat angin kencang.
Warga juga diminta memantau informasi cuaca terkini melalui kanal resmi BMKG dan menghindari aktivitas di luar ruang saat cuaca ekstrem berlangsung.