MAKASSAR — Setelah hampir enam bulan menjalani praktik lapangan di balik tembok rumah tahanan, mahasiswa Universitas Negeri Makassar (UNM) resmi menuntaskan program magang di Rutan Kelas I Makassar. Program ini melibatkan mahasiswa lintas disiplin, mulai dari Psikologi, Ilmu Pengetahuan Sosial, hingga Seni Rupa.
Prosesi penarikan mahasiswa magang digelar di lingkungan Rutan Kelas I Makassar dan dihadiri jajaran pejabat rutan serta para dosen pendamping dari UNM. Kegiatan ini menandai berakhirnya masa magang selama kurang lebih 180 hari yang dijalani para mahasiswa.
Kepala Sub Seksi Bantuan Hukum dan Penyuluhan Rutan Kelas I Makassar, Djanwar Bakkara, yang mewakili Kepala Rutan, membuka kegiatan tersebut. Ia menilai kehadiran mahasiswa magang memberikan kontribusi positif, terutama dalam mendukung kegiatan pembinaan dan layanan pemasyarakatan.
“Mahasiswa tidak hanya belajar, tetapi juga terlibat langsung dalam dinamika pembinaan warga binaan,” kata Djanwar dalam sambutannya, Selasa (16/12/2025).
Dari pihak kampus, sambutan disampaikan oleh Dosen Pendidikan IPS Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum UNM, Muhammad Zulfadli. Ia menyebut Rutan Kelas I Makassar sebagai ruang belajar nyata bagi mahasiswa untuk memahami praktik sosial, psikologis, dan kultural secara langsung.
Rangkaian kegiatan penarikan diisi dengan pemutaran video after movie yang merangkum perjalanan magang mahasiswa. Momen tersebut dilanjutkan dengan penyerahan plakat dari pihak UNM sebagai bentuk apresiasi dan penguatan kerja sama kelembagaan.
Plakat diserahkan oleh Dosen Psikologi UNM, Muh Rajan Piara, bersama Muhammad Zulfadli. Sementara itu, cenderamata dari pihak kampus disampaikan oleh Dosen Pendidikan Seni Rupa Fakultas Seni dan Desain UNM, Hasnawati.
Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama antara pihak rutan dan civitas akademika UNM. Penarikan mahasiswa magang ini sekaligus menegaskan keberlanjutan sinergi antara Universitas Negeri Makassar dan Rutan Kelas I Makassar di bawah Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, terutama dalam penguatan pendidikan berbasis praktik lapangan. (Eka)