Jakarta – Inspektorat Jenderal Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Itjen Kemenimipas) menggelar Rapat Koordinasi Pengawasan di Ballroom Grand Mercure Kemayoran, Rabu, 12 November 2025. Pertemuan ini menegaskan arah baru penguatan integritas dan tata kelola melalui penerapan Model Tiga Lini (Three Lines Model) sebagai kerangka pengawasan intern.
Inspektur Jenderal Kemenimipas, Yan Sultra I, menyebut model ini sebagai langkah strategis untuk memperkuat efektivitas pengawasan sekaligus mengintegrasikan peran antarunit kerja.
“Rapat ini menjadi momentum untuk menyamakan persepsi, memperkuat pengendalian intern, dan menumbuhkan budaya integritas di seluruh lini,” ujarnya. Ia menekankan perlunya kolaborasi lintas sektor dan pemanfaatan teknologi agar pengawasan berlangsung lebih modern dan akurat.
Sekretaris Itjen, Ika Yusanti, menambahkan bahwa keberhasilan pengawasan tidak hanya bergantung pada prosedur, tetapi juga pada komitmen moral seluruh pegawai.
“Integritas bukan formalitas, tetapi budaya yang harus hidup di setiap insan Kemenimipas. Pencegahan dan deteksi dini menjadi kunci menjaga kepercayaan publik,” kata dia.
Rapat tersebut dihadiri pimpinan tinggi pratama, kepala kantor wilayah, pejabat administrator, serta auditor dari berbagai jenjang. Pembahasan utama berfokus pada penerapan Model Tiga Lini: lini pertama sebagai pelaksana operasional dan pengendali kegiatan, lini kedua sebagai pengawas kepatuhan dan manajemen risiko, dan lini ketiga Inspektorat Jenderal sebagai pemberi assurance independen atas efektivitas sistem pengendalian intern.
Sebagai pijakan implementasi, Itjen Kemenimipas telah menetapkan Keputusan Menteri Nomor M.IP-27.OT.01.01 dan Pedoman Menteri Nomor MIP-OT.02.02-20 Tahun 2025. Regulasi ini menjadi fondasi transformasi menuju sistem combined assurance yang diyakini dapat mengurangi duplikasi pengawasan, memperjelas akuntabilitas, serta memberikan gambaran menyeluruh terhadap pengendalian organisasi.
Sejumlah narasumber dari BKN, Kementerian Keuangan, BPKP, PPATK, hingga PT Bengkel Web Indonesia turut hadir membagikan praktik baik terkait manajemen risiko dan pengendalian intern. Salah satu inovasi yang diperkenalkan ialah pengembangan aplikasi manajemen risiko yang memperkuat pengawasan berbasis data.
Melalui penerapan Model Tiga Lini, Itjen Kemenimipas menegaskan komitmennya menjadikan pengawasan sebagai mitra strategis dalam mendorong perbaikan berkelanjutan di seluruh satuan kerja. Transformasi ini diarahkan untuk mewujudkan tata kelola yang adaptif, transparan, dan dipercaya publik. (Eka)