Gowa — Di tengah rutinitas pembinaan yang sering dipahami sebatas ceramah dan kerja bakti, Lapas Narkotika Kelas IIA Sungguminasa mencoba sesuatu yang lebih “warna-warni”. Secara harfiah.
Melalui Seksi Kegiatan Kerja, para warga binaan pemasyarakatan (WBP) diajak belajar teknik mengecat ulang kendaraan, alias mendiko. Jangan bayangkan asal oles cat dan selesai. Pelatihan ini benar-benar dibuat serius mulai dari penghalusan permukaan, teknik pewarnaan, hingga finishing biar hasilnya kinclong macam motor baru keluar dealer.
“WBP kami perlu bekal keterampilan yang bisa langsung dipakai begitu bebas nanti. Mengecat kendaraan ini salah satunya, karena bisa jadi ladang usaha yang nyata,” ujar Kepala Lapas Narkotika Sungguminasa, Gunawan, Rabu (22/10/2025).

Menurut Gunawan, kegiatan seperti ini bukan cuma sekadar cara mengisi waktu, tapi juga ikhtiar membangun rasa percaya diri. Bahwa orang bisa salah, tapi bukan berarti tak bisa berbuat benar apalagi menghasilkan sesuatu yang bermanfaat dan bernilai ekonomi.
“Harapan kami, dari pelatihan seperti ini muncul karya yang bisa dibanggakan. WBP bukan hanya belajar, tapi benar-benar berkarya,” tambahnya.
Dalam suasana bengkel kecil di halaman lapas, warna-warna cat yang disemprotkan itu seolah jadi metafora kecil tentang kehidupan bahwa bahkan di tempat yang terkurung tembok tinggi sekalipun, manusia tetap bisa menorehkan warna baru untuk masa depannya. (Eka)