Bukan Sekadar Tanda Tangan: Cara Rutan Masamba Menyatakan Perang pada Narkoba dan HP Ilegal

Oktober 21, 2025
1 min read

Masamba — Di dunia pemasyarakatan, tanda tangan bisa berarti banyak hal. Kadang itu tanda dimulainya kerja baru, kadang juga simbol janji yang mudah-mudahan tak sekadar formalitas. Begitulah suasana di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Masamba pada Senin, 20 Oktober 2025, ketika seluruh jajaran ikut dalam Penandatanganan Komitmen Bersama untuk memberantas peredaran narkoba, handphone, dan barang terlarang lainnya.

Kegiatan ini digelar serentak oleh Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas), dan diikuti oleh 33 Kantor Wilayah serta 627 Unit Pelaksana Teknis (UPT) se-Indonesia. Di Masamba sendiri, Kepala Rutan Syamsul Bahri memimpin langsung seluruh pejabat struktural, staf, dan petugas pengamanan untuk bergabung secara virtual via Zoom karena bahkan perang melawan narkoba pun kini bisa dilakukan lewat meeting online.

Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Mashudi, yang memimpin kegiatan nasional ini, menegaskan bahwa komitmen semacam ini bukan lagi seremoni, tapi bagian dari upaya serius menegakkan integritas di balik tembok tinggi Lapas dan Rutan.

“Tidak boleh ada lagi peredaran gelap narkoba, handphone, barang terlarang, maupun penipuan di dalam Lapas dan Rutan. Kalau masih ada pelanggaran, ya akan dievaluasi dan dijatuhi hukuman disiplin. Tapi kalau berprestasi, tentu akan diberi penghargaan,” tegasnya.

Mashudi juga menyelipkan apresiasi kepada seluruh jajaran Pemasyarakatan yang selama ini menjalankan program akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan dengan baik. Sebuah pengingat bahwa dalam dunia birokrasi, akselerasi tak cuma soal cepat bekerja, tapi juga tentang menjaga arah agar tak melenceng dari nilai integritas.

Di sisi lain, Kepala Rutan Masamba, Syamsul Bahri, menegaskan bahwa komitmen ini bukan hanya slogan di spanduk.

“Seluruh pegawai Rutan Masamba berkomitmen penuh untuk mendukung program Ditjenpas dalam mewujudkan lingkungan pemasyarakatan yang bersih, aman, dan bebas dari Halinar,” ujarnya.

Ia juga menambahkan, tindakan tegas tetap menjadi pegangan.

“Siapapun yang melanggar, baik petugas maupun warga binaan, akan dikenai sanksi disiplin,” katanya mantap.

Kalimat itu mungkin terdengar biasa, tapi di lapangan, penegakan disiplin di dunia pemasyarakatan bukan perkara mudah. Dibutuhkan nyali, keteladanan, dan pengawasan yang tak kendor meski listrik padam atau sinyal Zoom putus di tengah rapat penting.

Melalui penandatanganan ini, Rutan Masamba menegaskan arah langkahnya memperkuat deteksi dini, memperketat pengawasan internal, dan menumbuhkan kembali semangat bekerja dengan integritas tinggi. Karena pada akhirnya, perang melawan narkoba dan barang terlarang bukan soal berapa kali rapat dilakukan, tapi seberapa sungguh-sungguh komitmen dijalankan setelah rapat selesai.

Di Rutan Masamba, tanda tangan hari itu bukan sekadar tinta di kertas tapi (semoga) awal dari babak baru menjaga marwah pemasyarakatan bersih, aman, dan manusiawi. (Eka)

Postingan Sebelum

Satu Tahun Bergerak, dari Jeruji ke Produktivitas: Cerita Lapas Narkotika Sungguminasa yang Tak Sekadar Mengurung

Postingan Selanjutnya

Menjaga Diri di Balik Tembok, Lapas Narkotika Sungguminasa Perkuat Komitmen Bersih dari Barang Terlarang

Latest from Blog

Postingan Sebelum

Satu Tahun Bergerak, dari Jeruji ke Produktivitas: Cerita Lapas Narkotika Sungguminasa yang Tak Sekadar Mengurung

Postingan Selanjutnya

Menjaga Diri di Balik Tembok, Lapas Narkotika Sungguminasa Perkuat Komitmen Bersih dari Barang Terlarang

error: Content is protected !!

Don't Miss