Makassar — Kantor Wilayah Kementerian Hak Asasi Manusia (KemenHAM) Sulawesi Selatan melakukan monitoring pelaksanaan Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di SMP Negeri 26 Makassar, Jumat (17/10/2025). Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala Bidang Instrumen dan Penguatan HAM, Idawati Parapak, bersama jajaran timnya.
Dalam peninjauan tersebut, tim memeriksa kualitas makanan, proses penyajian, serta distribusi ke siswa.
“Kami melihat para siswa sangat senang dengan program ini. Kualitas makanan bersih, pengantaran cepat, dan distribusi berjalan lancar,” kata Idawati.
Selain memantau pelaksanaan MBG, Kanwil KemenHAM Sulsel juga melaksanakan penguatan kapasitas HAM kepada para siswa sebagai bagian dari peringatan Hari Bhakti Kementerian HAM ke-1 yang jatuh pada 21 Oktober 2025. Penguatan ini dilakukan serentak oleh seluruh kantor wilayah KemenHAM di Indonesia.
Sebagai pemateri, dihadirkan akademisi Universitas Hasanuddin, Wiranti, S.H., M.H., yang membawakan materi tentang pencegahan bullying di lingkungan sekolah. Ia mengingatkan pentingnya saling menghormati dan berani melapor jika terjadi perundungan.
“Bullying bukan hanya kekerasan fisik, tapi pelanggaran terhadap martabat manusia. Setiap anak berhak merasa aman, dihargai, dan diterima di lingkungan sekolah,” ujar Wiranti dalam sesi interaktif yang disambut antusias.

Terpisah, Kepala Kanwil KemenHAM Sulsel, Daniel Rumsowek, menyampaikan bahwa kegiatan penguatan HAM bagi masyarakat merupakan bagian dari refleksi dan komitmen institusi dalam pelayanan publik.
“Hari Bhakti HAM menjadi momentum untuk menguatkan pelayanan yang berorientasi pada kemanusiaan, keadilan, dan kesetaraan,” ujarnya.
Daniel juga mengumumkan peluncuran inovasi baru bernama SISHAMLING (Sistem Layanan HAM Keliling), sebuah layanan berbasis delivery service untuk memudahkan masyarakat melaporkan persoalan HAM tanpa harus datang ke kantor.
“Dengan inovasi ini, pelayanan KemenHAM semakin dekat dengan masyarakat dan memperkuat kehadiran negara dalam memenuhi hak asasi setiap warga,” tambahnya.
Program monitoring MBG yang dirangkaikan dengan edukasi HAM ini dinilai sebagai langkah strategis pemerintah menghadirkan perlindungan sosial dan penanaman nilai kemanusiaan sejak tingkat sekolah. (Eka)