Rutan Makassar Jadi Rujukan Studi Tiru Akreditasi Klinik Lapas Maros

Juli 23, 2026
1 min read
Rutan Makassar Jadi Rujukan Studi Tiru Akreditasi Klinik Lapas Maros.

MAKASSAR – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Makassar menerima kunjungan Tim Penggerak Pemenuhan Standar Akreditasi Klinik Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Maros untuk studi tiru terkait pemenuhan standar akreditasi klinik, Rabu, 22 Juli 2026.

Kegiatan yang dipusatkan di Klinik Pratama dr. Sahardjo Rutan Makassar itu menjadi ajang berbagi praktik baik dalam pengelolaan layanan kesehatan sekaligus memperkuat kolaborasi antarunit pelaksana teknis (UPT) pemasyarakatan guna meningkatkan mutu pelayanan kesehatan.

Dalam kegiatan tersebut, peserta memperoleh pemaparan materi dari drg. Handayani Ali, dilanjutkan dengan diskusi dan peninjauan langsung terhadap fasilitas pelayanan kesehatan. Tim Klinik Pratama dr. Sahardjo yang dikoordinasikan Ketua Tim Dokter Klinik, dr. Wahidah Djalil, turut mendampingi rombongan dengan menjelaskan penerapan standar akreditasi di setiap unit layanan.

Kepala Seksi Pengelolaan Rutan Kelas I Makassar, Rustanto, mengatakan studi tiru menjadi sarana memperkuat kolaborasi sekaligus meningkatkan kualitas layanan kesehatan di lingkungan pemasyarakatan.

“Pemenuhan standar akreditasi merupakan proses berkelanjutan yang membutuhkan komitmen dan kerja sama seluruh tim,” kata Rustanto.

Rutan Makassar Jadi Rujukan Studi Tiru Akreditasi Klinik Lapas Maros.

Kepala Subseksi Administrasi dan Perawatan Rutan Makassar, Jessica Iskandar, menilai akreditasi tidak hanya berorientasi pada pemenuhan persyaratan administratif, tetapi juga memastikan pelayanan kesehatan diberikan secara aman, efektif, dan sesuai standar.

Sementara itu, drg. Handayani Ali mendorong setiap satuan kerja membangun budaya mutu secara berkelanjutan.

“Akreditasi bukan sekadar memenuhi standar, tetapi tentang keberanian keluar dari zona nyaman untuk terus belajar, berbenah, dan berkembang,” ujarnya.

Perwakilan Tim Penggerak Pemenuhan Standar Akreditasi Klinik Lapas Kelas IIB Maros mengapresiasi keterbukaan Rutan Makassar dalam berbagi pengalaman selama proses studi tiru.

Menurut dia, berbagai praktik yang diterapkan di Klinik Pratama dr. Sahardjo dapat menjadi referensi dalam mempersiapkan pemenuhan standar akreditasi di Lapas Maros.

Melalui kegiatan tersebut, Rutan Makassar berharap kolaborasi antar-UPT semakin kuat, kapasitas sumber daya manusia di bidang pelayanan kesehatan meningkat, serta budaya mutu terus berkembang. Upaya itu diharapkan mendukung terwujudnya layanan kesehatan pemasyarakatan yang profesional, terstandar, dan berorientasi pada keselamatan pasien. (Eka)

Latest from Blog

Postingan Sebelum

Menuju Nusakambangan, 79 Narapidana Risiko Tinggi dari Sulsel Dipindahkan

error: Content is protected !!

Don't Miss