PANGKEP — Upaya mendeteksi tuberkulosis (TBC) sejak dini dilakukan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Pangkep. Sebanyak 274 warga binaan menjadi sasaran skrining menggunakan alat rontgen dada portabel atau Portable X-ray mulai Rabu, 16 September 2026.
Skrining berlangsung selama tiga hari, hingga 18 September 2026. Pemeriksaan tidak hanya menyasar warga binaan, tetapi juga seluruh petugas Rutan Pangkep. Pada hari pertama, pemeriksaan diprioritaskan bagi warga binaan, sedangkan petugas dijadwalkan mengikuti skrining pada hari berikutnya.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari kerja sama Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan dengan Kementerian Kesehatan untuk mendeteksi sekaligus mencegah penyebaran TBC di lingkungan pemasyarakatan.
Pemeriksaan meliputi skrining gejala, rontgen dada (chest X-ray/CXR), serta pemeriksaan lanjutan dengan Tes Cepat Molekuler (TCM) jika diperlukan. Selain itu, dilakukan pemeriksaan tuberkulin, Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT), dan skrining kusta.
Pelaksanaan kegiatan melibatkan Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan sebagai pengawas dan pendamping, Dinas Kesehatan Kabupaten Pangkep, serta Puskesmas Bungoro sebagai pelaksana pemeriksaan.

Kepala Rutan Pangkep Rachmat Efendy mengatakan skrining diperlukan untuk memastikan kondisi kesehatan warga binaan sekaligus menemukan kemungkinan kasus TBC sedini mungkin.
“Skrining ini merupakan langkah penting dalam menjamin hak kesehatan warga binaan sekaligus mendeteksi TBC sejak dini,” kata Rachmat.
Menurut dia, pemeriksaan secara menyeluruh diharapkan dapat membantu mencegah potensi penularan penyakit di dalam Rutan Pangkep.
Rutan Pangkep menyatakan pemeriksaan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat deteksi dini penyakit menular dan pelayanan kesehatan bagi warga binaan. (Eka)