Sidak Kanwil Ditjen PAS Sulsel di Rutan Makassar: Antara Pengawasan dan Harapan bagi Warga Binaan

Oktober 1, 2025
1 min read

Makassar — Inspeksi mendadak (sidak) di balik jeruji besi bukan hanya soal memastikan keamanan. Di Rutan Kelas I Makassar, sidak yang digelar Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Sulawesi Selatan melalui jajaran Ditjen Pemasyarakatan, Selasa (30/1/2025), justru berubah menjadi ruang evaluasi sekaligus pemberian motivasi bagi ratusan warga binaan.

Tim Kanwil yang dipimpin langsung pejabat Divisi Pemasyarakatan menyisir beberapa area, mulai dari Blok A hingga Blok H khusus wanita. Fokus mereka tetap pada aspek klasik pemasyarakatan: keamanan, ketertiban, dan layanan pembinaan. Namun, di sela pemeriksaan, suara yang lebih manusiawi juga disuarakan: ajakan untuk tidak menyerah dan terus menjaga semangat memperbaiki diri.

“Jangan pernah menyerah dalam menjalani proses pembinaan. Gunakan kesempatan ini untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik, karena masa depan masih terbuka lebar bagi siapa saja yang mau berusaha,” ujar Ashari, salah satu pejabat Kanwil yang turut hadir dalam sidak.

Pesan itu disampaikan langsung di hadapan para narapidana, seolah menegaskan bahwa pemasyarakatan bukan hanya soal mengurung, tetapi juga membuka ruang harapan.

Kepala Rutan Kelas I Makassar, Jayadikusumah menambahkan, pengawasan ini menjadi dorongan moral bagi jajarannya agar tidak hanya menjaga ketertiban, tetapi juga memaksimalkan layanan pembinaan. “Dengan dukungan Kanwil, kami optimis pembinaan di Rutan Makassar akan semakin maksimal dan bermanfaat bagi warga binaan,” tegasnya.

Langkah ini sekaligus menjadi pengingat publik bahwa sistem pemasyarakatan di Indonesia kini bertransformasi: dari sekadar pengawasan menuju pelayanan berbasis rehabilitasi. Sidak Kanwil Ditjen PAS Sulsel di Rutan Makassar menunjukkan bahwa fungsi pengawasan bisa berjalan berdampingan dengan upaya menghadirkan nilai kemanusiaan.

Di balik jeruji, sidak semacam ini menjadi oase kecil: bukti bahwa negara tidak hanya menuntut tertib aturan, tetapi juga memberi kesempatan kedua. (Eka)

Postingan Sebelum

Kejati Sulsel Setop Penuntutan Kasus Pencurian Tabung Gas di Bone, Pelaku Jalani Sanksi Sosial

Postingan Selanjutnya

Rutan Masamba Tandai Hari Kesaktian Pancasila dengan Upacara, Kenaikan Pangkat, dan Penghargaan Loyalitas

Latest from Blog

Postingan Sebelum

Kejati Sulsel Setop Penuntutan Kasus Pencurian Tabung Gas di Bone, Pelaku Jalani Sanksi Sosial

Postingan Selanjutnya

Rutan Masamba Tandai Hari Kesaktian Pancasila dengan Upacara, Kenaikan Pangkat, dan Penghargaan Loyalitas

error: Content is protected !!

Don't Miss