Makassar — Di balik tembok tinggi Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Makassar, suasana berbeda terasa sejak Kamis pagi 18 September 2025. Ratusan peserta berkumpul di lapangan, bukan untuk menjalani rutinitas harian, melainkan untuk membuka rangkaian Perkemahan Darma Bhakti Pemasyarakatan 2025.
Acara tiga hari ini menghadirkan semangat baru dalam dunia pemasyarakatan: pramuka sebagai ruang belajar kedisiplinan, solidaritas, dan pengabdian. Upacara pembukaan berlangsung meriah, ditandai dengan hadirnya Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Hj. Fatmawati Rusdi, yang menekankan pentingnya kegiatan tersebut sebagai bagian dari pembinaan warga binaan.
“Kegiatan ini tidak hanya menumbuhkan semangat kepramukaan, tetapi juga menjadi sarana pembentukan karakter, disiplin, dan kebersamaan bagi warga binaan,” ujar Fatmawati dalam sambutannya. “Saya berharap manfaatnya dapat berkelanjutan dan menjadi teladan positif.”
Bagi penyelenggara, perkemahan ini lebih dari sekadar agenda tahunan. Ia menjadi simbol kolaborasi antar-unit pelaksana teknis (UPT) pemasyarakatan dan ruang yang memperlihatkan sisi lain dari kehidupan warga binaan: semangat untuk berubah, berkontribusi, dan berinteraksi di luar batasan stigma.
Pramuka Rutan Makassar, Ambalan Emmy Saelan dan Hasanuddin, tampil penuh energi bersama kontingen lain. Kekompakan mereka memperlihatkan bahwa kegiatan ini bukan hanya seremonial, tetapi juga bentuk nyata kebersamaan yang sedang dibangun di dalam sistem pemasyarakatan.
Dengan suasana hangat dan antusiasme peserta, Perkemahan Darma Bhakti Pemasyarakatan seakan membuka ruang refleksi: bahwa pembinaan di balik jeruji besi dapat menghadirkan harapan, dan bahwa kegiatan sederhana seperti pramuka mampu menjadi jembatan menuju perubahan. (Eka)