Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan adanya potensi cuaca ekstrem di sejumlah wilayah Sulawesi Selatan pada Selasa, 9 September 2025. Hujan dengan intensitas ringan hingga lebat diperkirakan melanda sebagian besar daerah, dengan risiko banjir dan tanah longsor di wilayah tertentu.
Sejak pagi hari, cuaca berawan disertai hujan ringan diprediksi turun di Barru, Bulukumba, Makassar, Pangkep, dan Sinjai. Sementara itu, wilayah Kepulauan Selayar berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang.
Memasuki siang hingga sore, curah hujan akan semakin meluas. Hujan ringan hingga sedang berpeluang terjadi hampir di seluruh kabupaten, dengan hujan lebat diperkirakan mengguyur kawasan pegunungan seperti Tana Toraja, Toraja Utara, dan Luwu Utara.
Pada malam hingga dini hari, hujan ringan masih akan berlanjut di beberapa daerah, termasuk Bone, Luwu Utara, Pinrang, Tana Toraja, Toraja Utara, Wajo, serta Sinjai. Kondisi ini diperkirakan disertai kelembapan udara tinggi, mencapai 76–100 persen, dengan suhu berkisar antara 19 hingga 33 derajat Celsius.
Kecepatan angin diprediksi berada di kisaran 8–27 km/jam, berhembus dari arah utara hingga timur. BMKG juga mengeluarkan peringatan dini terkait risiko banjir dan tanah longsor, khususnya di Enrekang, Luwu Timur, Pinrang, dan Sidrap.
“Warga di wilayah pegunungan dan dataran rendah diimbau tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi, terutama longsor dan genangan air akibat hujan lebat,” tulis prakirawan BMKG Makassar dalam laporan resmi, Senin (8/9/2025).
Laporan ini menjadi pengingat akan semakin tidak menentunya pola cuaca di Sulawesi Selatan, yang seringkali dipengaruhi dinamika iklim regional dan global. BMKG menekankan pentingnya kewaspadaan masyarakat, sekaligus perlunya kesiapan infrastruktur menghadapi dampak cuaca ekstrem.