Peringatan Dini BMKG: Sulawesi Selatan Hadapi Ancaman Banjir dan Longsor di Tengah Perubahan Iklim

September 7, 2025
1 min read

Hujan dengan intensitas ringan hingga sedang diperkirakan akan mendominasi sebagian besar wilayah Sulawesi Selatan pada Senin, 8 September 2025.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Makassar memperingatkan adanya potensi banjir dan tanah longsor di beberapa daerah, menyoroti meningkatnya risiko bencana iklim yang kini menjadi realitas sehari-hari di kawasan ini.

Prakiraan cuaca menyebutkan, hujan ringan sudah berpotensi terjadi sejak pagi di Enrekang. Pada siang hingga sore, hujan sedang diprediksi meluas ke Makassar, Gowa, Luwu, Luwu Timur, Luwu Utara, Pinrang, dan Sidrap.

Malam hari, wilayah Wajo diperkirakan menghadapi hujan dengan intensitas lebih tinggi, sementara sejumlah kabupaten lain akan diguyur hujan ringan. Kondisi berawan disertai hujan diperkirakan terus berlanjut hingga dini hari.

BMKG memperingatkan masyarakat di Enrekang, Luwu Timur, Pinrang, dan Sidrap untuk meningkatkan kewaspadaan.

“Kondisi atmosfer saat ini berpotensi memicu banjir maupun tanah longsor. Kami mengimbau masyarakat di daerah rawan untuk lebih siaga,” demikian pernyataan resmi BMKG, Minggu (7/9/2025).

Suhu udara diperkirakan berkisar antara 18 hingga 32 derajat Celsius dengan kelembapan yang sangat tinggi, yakni 70–100 persen. Angin bertiup dari arah utara hingga timur dengan kecepatan 11–31 km/jam, faktor yang menurut pakar bisa memperburuk dinamika cuaca lokal.

Peringatan dini ini hadir di tengah meningkatnya kekhawatiran global tentang dampak perubahan iklim. Pola hujan ekstrem yang semakin sering melanda kawasan tropis, termasuk Indonesia, telah meningkatkan kerentanan terhadap bencana hidrometeorologi.

Fenomena ini tidak hanya menimbulkan kerugian material, tetapi juga memperburuk ketidakpastian ekonomi masyarakat yang hidup di daerah rawan.

Bagi banyak komunitas di Sulawesi Selatan, hujan bukan lagi sekadar fenomena musiman, melainkan ancaman nyata yang menguji daya tahan lingkungan dan sistem mitigasi bencana lokal.

Tantangan terbesar kini terletak pada bagaimana pemerintah daerah bersama masyarakat dapat membangun kesiapsiagaan yang berkelanjutan di tengah iklim yang semakin sulit diprediksi.

Latest from Blog

Postingan Sebelum

Prakiraan Cuaca Sulawesi Selatan 7 September: Hujan Diprediksi Mewarnai Sejumlah Daerah

Postingan Selanjutnya

Polres Tanimbar Digugat Rp 1,5 Miliar di Praperadilan

error: Content is protected !!

Don't Miss