Aksi Sosial ‘Sabtu Berkah’ di Rutan Pangkep: Menjalin Kedekatan Melalui Berbagi Sederhana

September 6, 2025
1 min read

Pangkep– Di tengah hiruk pikuk dinamika pemasyarakatan, sebuah pemandangan berbeda hadir di Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan. Petugas Rutan Kelas IIB Pangkep turun langsung ke jalan pada Sabtu pagi, membagikan paket makanan ringan kepada masyarakat sekitar.

Kegiatan sederhana yang diberi nama Sabtu Berkah itu menyimpan pesan yang lebih besar, membangun kedekatan antara institusi negara dan warga yang hidup berdampingan dengannya.

“Melalui kegiatan Sabtu Berkah, kami ingin menanamkan semangat berbagi serta memperkuat hubungan sosial antara Rutan Pangkep dan masyarakat,” kata Djufri Rasyid, Kepala Subsi Pelayanan Rutan Pangkep, yang memimpin langsung kegiatan tersebut, Sabtu (6/9/2025).

Bagi sebagian orang, sekantong kecil makanan mungkin tampak sepele. Namun, bagi penerimanya, bingkisan itu menjadi simbol perhatian dan pengakuan bahwa mereka bagian dari ekosistem sosial yang diperhitungkan. Senyum dan ucapan terima kasih dari warga setempat menjadi penegas bahwa kebersamaan tidak selalu diukur dari besar kecilnya materi, tetapi dari ketulusan memberi.

Aksi Sosial ‘Sabtu Berkah’ di Rutan Pangkep: Menjalin Kedekatan Melalui Berbagi Sederhana.

Langkah Rutan Pangkep ini sejalan dengan dorongan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, agar institusi pemasyarakatan tidak hanya fokus pada pengelolaan warga binaan, tetapi juga hadir nyata di tengah masyarakat.

Program sosial semacam ini dipandang sebagai jembatan untuk mengikis jarak antara lembaga penegak hukum dan warga sipil yang sering kali dipisahkan oleh tembok dan stigma.

Lebih dari sekadar agenda mingguan, Sabtu Berkah memperlihatkan wajah baru pemasyarakatan, bukan hanya ruang pembinaan bagi warga binaan, tetapi juga bagian dari komunitas lokal yang mau berkontribusi dalam menciptakan lingkungan yang saling peduli.

Dalam perspektif yang lebih luas, aksi kecil ini menyentuh persoalan universal, bagaimana institusi negara bisa membangun kepercayaan publik melalui interaksi yang humanis. Dari desa-desa di Indonesia hingga kota-kota besar di belahan dunia lain, solidaritas semacam ini tetap menjadi fondasi penting bagi kehidupan sosial yang sehat.

Rutan Pangkep berkomitmen melanjutkan kegiatan serupa, menjadikan berbagi sebagai tradisi. Dari bingkisan sederhana itu, lahirlah sebuah pesan bahwa kemanusiaan selalu menemukan jalannya, bahkan dari balik dinding penjara. (Eka)

Latest from Blog

Postingan Sebelum

Cuaca Sulsel 6 September: Hujan Ringan hingga Sedang di Sejumlah Daerah

Postingan Selanjutnya

Di Balik Jeruji, Semangat Pramuka Berkobar di Rutan Masamba

error: Content is protected !!

Don't Miss