Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan (Kejati Sulsel) menggelar upacara bendera memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, Minggu (17/8/2025). Upacara berlangsung khidmat di halaman kantor Kejati Sulsel dan dipimpin Wakil Kepala Kejati Sulsel, Robert M Tacoy.
Upacara ini diikuti jajaran Kejaksaan, mulai dari para asisten, kepala bagian tata usaha, koordinator, hingga seluruh pegawai. Dalam amanatnya, Robert membacakan pesan Jaksa Agung Republik Indonesia, Burhanuddin.
Jaksa Agung menegaskan, kemerdekaan ke-80 bukan akhir perjuangan, melainkan awal tanggung jawab besar untuk menjaga kedaulatan bangsa melalui penegakan hukum yang adil dan beradab.
“Kemerdekaan tanpa penegakan hukum hanyalah ilusi, sementara hukum tanpa semangat kemerdekaan akan kehilangan maknanya,” kata Robert saat membacakan amanat.
Burhanuddin juga menyinggung sejarah lahirnya Kejaksaan pada 2 September 1945, hanya 16 hari setelah proklamasi kemerdekaan. Menurutnya, hal itu menandakan peran strategis Kejaksaan sebagai penjaga amanat revolusi sekaligus bagian penting sistem hukum nasional.
Tema HUT ke-80 RI, “Bersatu, Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju”, disebut sebagai cerminan cita-cita luhur yang harus diwujudkan bersama. Sementara itu, HUT Kejaksaan yang juga berusia 80 tahun mengusung tema “Transformasi Kejaksaan Menuju Indonesia Maju”, dengan dua agenda super prioritas, yakni pembangunan sistem penuntutan tunggal (single prosecution system) dan penguatan peran sebagai Advocaat Generaal atau penasihat hukum negara.
“Integritas adalah fondasi utama. Tanpa integritas, kepercayaan publik akan runtuh. Seluruh insan Adhyaksa harus menjadi teladan hukum dan moral, serta menghindari perilaku yang merusak nama baik institusi, termasuk di media sosial,” lanjut Robert.
Amanat Jaksa Agung juga menekankan pentingnya pemberantasan korupsi yang disebut sebagai musuh nomor satu kemerdekaan. Korupsi dianggap merampas hak rakyat dan menggerogoti sendi-sendi negara sehingga harus diperangi dengan langkah luar biasa.
Upacara ditutup dengan ajakan menjadikan HUT ke-80 RI sebagai momentum pembaruan komitmen.
“Insan Adhyaksa adalah benteng terakhir keadilan, pelindung hak rakyat, dan penjaga martabat bangsa,” tandas Robert membacakan amanat Jaksa Agung. (Thamrin)