Panen Terong Ungu di Rutan Masamba, Warga Binaan Didorong Mandiri Lewat Lahan Asimilasi

Juli 24, 2025
1 min read

Suasana cerah pagi itu di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Masamba mendadak semarak. Sejumlah petugas dan Warga Binaan tampak sibuk memanen terong ungu yang tumbuh subur di lahan Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE). Panen ini bukan sekadar aktivitas berkebun, tapi menjadi simbol keberhasilan program pembinaan kemandirian dan ketahanan pangan yang kini digencarkan di balik jeruji.

Kepala Rutan Masamba, Syamsul Bahri, menyebut panen tersebut sebagai hasil nyata dari sinergi petugas dan Warga Binaan yang dilibatkan aktif dalam proses pertanian, mulai dari pembibitan hingga pemanenan.

“Ini adalah wujud nyata dari pembinaan berbasis keterampilan. Kami ingin warga binaan tidak hanya menjalani masa pidana, tetapi juga mendapatkan bekal hidup yang produktif,” kata Syamsul, Kamis (24/7/2025).

Terong ungu dipilih sebagai salah satu komoditas unggulan karena masa tanam yang relatif cepat serta nilai manfaatnya bagi dapur rutan. Hasil panen tersebut digunakan sebagai bahan makanan (BAMA), sekaligus mengurangi ketergantungan pada pasokan dari luar.

Program ini tak hanya untuk memenuhi kebutuhan dapur rutan. Lebih dari itu, lanjut Syamsul, kegiatan ini merupakan bagian dari langkah pembinaan yang diarahkan untuk membentuk mental mandiri dan produktif Warga Binaan.

“Kami ingin pastikan mereka memiliki keterampilan yang bisa langsung diterapkan saat kembali ke tengah masyarakat,” ujarnya.

Dalam pelaksanaannya, dua Warga Binaan secara khusus dilibatkan penuh di lapangan. Mereka belajar banyak hal teknis seputar pertanian dari menyemai benih, merawat tanaman, hingga panen.

“Setiap proses kami dampingi. Ini bukan hanya soal bercocok tanam, tapi juga menanam harapan dan kepercayaan diri,” imbuh Syamsul.

Rutan Masamba pun berkomitmen untuk terus mengembangkan program pembinaan berbasis keterampilan. Tak hanya pertanian, ke depan akan dirancang inovasi pelatihan lain yang mampu memberikan manfaat sosial lebih luas, baik bagi Warga Binaan maupun masyarakat ketika mereka bebas nanti.

Dengan keberhasilan panen ini, Rutan Masamba membuktikan bahwa di balik pagar besi pun, harapan dan produktivitas tetap bisa tumbuh bahkan mekar dalam bentuk panen hasil bumi. (Eka)

Latest from Blog

Postingan Sebelum

Febriyan M Dilantik Jadi Kajari Maros, Kajati Sulsel Tekankan Amanah dan Integritas

Postingan Selanjutnya

Disiplin Jadi Harga Mati, KPLP Lapas Narkotika Sungguminasa Perketat SOP Regu Pengamanan

error: Content is protected !!

Don't Miss