60 Warga Binaan Rutan Makassar Ikuti Ujian Kenaikan Kelas Al-Qur’an dengan Antusias

Juni 27, 2025
1 min read

Sebanyak 60 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas I Makassar menunjukkan semangat luar biasa saat mengikuti ujian kenaikan kelas program pembelajaran Al-Qur’an metode Dirosa (Pendidikan Alqur’an Orang Dewasa). Program ini merupakan hasil kerja sama antara Rutan Makassar dan Lembaga Dakwah Wahdah Islamiyah.

Langkah ini dinilai sebagai upaya pembinaan kepribadian yang berdampak positif di dalam rutan. Para petugas pemasyarakatan berperan aktif dalam memberikan bimbingan keagamaan bagi para warga binaan yang sebelumnya belum lancar membaca huruf-huruf hijaiyah.

Kepala Rutan Kelas I Makassar, Jayadikusumah, menyampaikan apresiasinya terhadap antusiasme petugas dan warga binaan yang terlibat dalam kegiatan tersebut. Ia menilai program Dirosa telah memberikan harapan baru bagi warga binaan yang ingin memperdalam pemahaman agama.

“Apresiasi yang sebesar-besarnya kepada seluruh petugas yang terlibat, khususnya di Subsi BHP. Terus semangat mengabdi sebagai petugas pemasyarakatan, semoga menjadi ladang pahala,” kata Jayadikusumah dalam keterangannya, Rabu (25/6/2025).

Ia juga menyebut, program ini sejalan dengan komitmen Rutan Makassar untuk mendorong peningkatan literasi Al-Qur’an di kalangan WBP. Bahkan, pihaknya optimistis jumlah peserta akan meningkat pada tahun 2025 mendatang.

Kepala Seksi Pelayanan Tahanan, Angga Satrya, turut menyampaikan rasa terima kasihnya atas dukungan penuh dari jajaran pengamanan rutan, khususnya Kepala Kesatuan Pengamanan, Andi Erdiyangsah, yang telah memberikan akses dan pengawasan penuh selama proses belajar hingga pelaksanaan ujian berlangsung.

“Tentu terima kasih kepada Pak KP dan segenap jajaran Kesatuan Pengamanan atas kerjasama yang luar biasa, hingga program Dirosa bisa berjalan dengan lancar sampai ke tahap ujian ini,” ujarnya.

Dengan antusiasme yang tinggi dari warga binaan, program Dirosa di Rutan Makassar diharapkan mampu menjadi model pembinaan rohani yang berkelanjutan dan lebih masif di tahun-tahun mendatang. (*/Eka)

Postingan Sebelum

Kasus Korupsi Jalan Selayar, Terpidana Sucipto Kembalikan Rp2,2 M

Postingan Selanjutnya

Farid Mamma: Dugaan Korupsi Buku di Takalar Terstruktur dan Harus Segera Diusut Tuntas

Latest from Blog

Postingan Sebelum

Kasus Korupsi Jalan Selayar, Terpidana Sucipto Kembalikan Rp2,2 M

Postingan Selanjutnya

Farid Mamma: Dugaan Korupsi Buku di Takalar Terstruktur dan Harus Segera Diusut Tuntas

error: Content is protected !!

Don't Miss