Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) menggelar aksi unjuk rasa di depan gedung DPRD Sulsel dan di bawah Jembatan Fly Over Makassar, Senin (17/2/2025).
Aksi ini ditengarai isu efisiensi anggaran yang massa anggap menyengsarakan rakyat.
“Mendesak Pemerintah untuk mencabut instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025 yang tidak berpihak kepada kepentingan rakyat,” ucap Ahmad Rafik selaku Jendral Lapangan aksi dalam orasinya.
Selain itu, massa juga melontarkan penolakannya terhadap kebijakan efisiensi anggaran di sektor Pendidikan.
Serta menolak pemotongan anggaran Kesehatan yang berdampak pada BPJS dan Tenaga Kesehatan.
“Hentikan perampasan ruang hidup,” tegas Ahmad Rafik.
Sementara Wakil Ketua DPRD Provinsi Sulsel, Supriadi Arif yang mendengar tuntutan aksi mengungkap akan meneruskan aspirasi tersebut.
“Besok kami akan ke Jakarta dan akan meneruskan aspirasi tersebut,” katanya.
Meski demikian ia menyampaikan bahwa perlu diketahui posisi anggaran sekarang statusnya masih berada di Pusat, olehnya itu mohon diharapkan juga barangkali akan ada keajaiban yang menyangkut terkait efisiensi anggaran tersebut.
“Kita sebagai kaum intelektual harus memperlihatkan data sebagai bukti bahwa ini adalah permasalahan sehingga kami bisa mempertanggungjawabkannya dan selanjutnya akan dibahas dalam Komisi E,” imbuh Supriadi Arif. (*)