Pelatihan Penyelenggaraan Jenazah di Rutan Makassar, Bekali Warga Binaan dengan Nilai Kemanusiaan

Juli 28, 2026
1 min read
Pelatihan Penyelenggaraan Jenazah di Rutan Makassar, Bekali Warga Binaan dengan Nilai Kemanusiaan.

MAKASSAR – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Makassar menggelar pelatihan penyelenggaraan jenazah bagi petugas dan warga binaan sebagai bagian dari program pembinaan kepribadian. Kegiatan yang berlangsung di Masjid Rutan Makassar itu bertujuan membekali peserta dengan pengetahuan dan keterampilan penyelenggaraan jenazah sesuai syariat Islam, sekaligus memperkuat nilai kemanusiaan dan kepedulian sosial.

Pelatihan menghadirkan Ustadz Mursyidul Haq Hasta, Lc., sebagai narasumber. Dalam sesi teori dan praktik, peserta mempelajari tahapan penyelenggaraan jenazah mulai dari memandikan, mengafani, menyalatkan hingga proses penguburan sesuai tuntunan syariat.

Menurut Mursyidul Haq Hasta, kemampuan menyelenggarakan jenazah merupakan pengetahuan dasar yang penting dimiliki umat Islam karena termasuk kewajiban kolektif atau fardu kifayah.

“Mengurus jenazah bukan sekadar tata cara, tetapi bentuk penghormatan terakhir kepada sesama muslim. Karena itu, ilmu ini penting dipelajari agar dapat dilaksanakan dengan benar sesuai syariat,” ujarnya.

Kepala Seksi Pelayanan Tahanan Rutan Kelas I Makassar, Rustanto, mengatakan pembinaan kepribadian di lingkungan pemasyarakatan tidak hanya berorientasi pada peningkatan pemahaman keagamaan, tetapi juga membekali warga binaan dengan keterampilan yang dapat memberi manfaat setelah kembali ke masyarakat.

Menurut dia, pelatihan penyelenggaraan jenazah menjadi salah satu bentuk pembinaan yang menanamkan nilai kepedulian, tanggung jawab, dan semangat untuk terus memperbaiki diri.

“Penyelenggaraan jenazah merupakan ilmu yang sangat penting bagi setiap muslim. Kami berharap pelatihan ini menjadi bekal yang bermanfaat bagi petugas maupun warga binaan, sekaligus menumbuhkan rasa kepedulian, tanggung jawab, dan semangat untuk terus menjadi pribadi yang lebih baik,” kata Rustanto.

Salah seorang warga binaan mengaku memperoleh pengalaman baru melalui kegiatan tersebut. Selama ini, kata dia, belum pernah mendapatkan pembelajaran mengenai tata cara penyelenggaraan jenazah secara lengkap sesuai syariat.

“Melalui pelatihan ini saya mendapatkan ilmu baru yang sangat bermanfaat dan semoga bisa saya amalkan ketika kembali ke masyarakat nanti,” tuturnya.

Pelatihan ini merupakan bagian dari program pembinaan kepribadian yang secara rutin dikembangkan Rutan Kelas I Makassar. Selain memperkuat aspek spiritual, program tersebut diarahkan untuk membentuk karakter warga binaan agar memiliki bekal moral, kepedulian sosial, dan kesiapan berintegrasi kembali dengan masyarakat setelah menjalani masa pidana.

Kegiatan tersebut juga sejalan dengan komitmen Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Selatan, Mulyadi, yang mendorong pelaksanaan pembinaan secara menyeluruh. Pendekatan itu tidak hanya menitikberatkan pada pengembangan keterampilan, tetapi juga penguatan nilai-nilai spiritual dan kemanusiaan sebagai fondasi pembentukan pribadi warga binaan yang lebih baik. (Eka)

Postingan Sebelum

Perumda Pasar Makassar Raya Hormati Proses Gugatan Perdata, Tegaskan Dukungan pada Penegakan Hukum

Postingan Selanjutnya

Pekan Depan, Kejari Makassar Periksa Maraton Saksi Dugaan Korupsi Dana Hibah KONI Rp15 Miliar

Latest from Blog

Postingan Sebelum

Perumda Pasar Makassar Raya Hormati Proses Gugatan Perdata, Tegaskan Dukungan pada Penegakan Hukum

Postingan Selanjutnya

Pekan Depan, Kejari Makassar Periksa Maraton Saksi Dugaan Korupsi Dana Hibah KONI Rp15 Miliar

error: Content is protected !!

Don't Miss