Lapas Maros Studi Tiru ke Sungguminasa, Serap Praktik Pembinaan dan Layanan

April 23, 2026
1 min read
Lapas Maros Studi Tiru ke Sungguminasa, Serap Praktik Pembinaan dan Layanan.

GOWA — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Maros melakukan studi tiru ke Lapas Perempuan Kelas IIA Sungguminasa dan Lapas Narkotika Kelas IIA Sungguminasa pada Rabu, 22 April 2026. Kegiatan ini ditujukan untuk memperkuat tata kelola pemasyarakatan serta meningkatkan kualitas pelayanan dan pembinaan.

Rombongan yang terdiri dari jajaran petugas Lapas Maros dan peserta MagangHub Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) Batch 2 itu memulai kunjungan di Lapas Perempuan Sungguminasa. Mereka diterima Kepala Lapas Perempuan, Yohana Widayati, bersama jajaran. Dalam kunjungan tersebut, rombongan meninjau pelaksanaan program pembinaan warga binaan, layanan administrasi, serta sejumlah inovasi yang diterapkan dalam mendukung fungsi pemasyarakatan.

Kunjungan kemudian dilanjutkan ke Lapas Narkotika Sungguminasa. Kepala Lapas Narkotika, Gunawan, memaparkan program unggulan, terutama di bidang pembinaan kemandirian dan rehabilitasi bagi warga binaan. Paparan itu mencakup pendekatan pembinaan berbasis keterampilan serta upaya pemulihan bagi narapidana kasus narkotika.

Melalui studi tiru ini, Lapas Maros menghimpun sejumlah praktik baik terkait efektivitas sistem kerja, penguatan disiplin organisasi, dan pengembangan layanan publik. Temuan tersebut akan dijadikan rujukan dalam merumuskan inovasi di lingkungan Lapas Maros.

Kepala Lapas Kelas IIB Maros, Ali Imran, mengatakan studi tiru merupakan instrumen penting untuk memperluas wawasan sekaligus membangun sinergi antarsatuan kerja.

“Kami ingin terus belajar dari satuan kerja lain yang telah menghadirkan program yang baik. Harapannya, kualitas pelayanan, pembinaan, dan kinerja organisasi di Lapas Maros semakin meningkat,” ujarnya.

Kegiatan berlangsung dalam suasana akrab. Selain menjadi ruang pertukaran informasi, studi tiru ini juga mempererat koordinasi antar Unit Pelaksana Teknis pemasyarakatan di Sulawesi Selatan, sekaligus memberi pengalaman lapangan bagi peserta MagangHub dalam memahami praktik pemasyarakatan yang profesional dan akuntabel. (Eka)

Latest from Blog

Postingan Sebelum

Jermias: Dakwaan Kasus Jabal Nur Cacat Fundamental

Postingan Selanjutnya

Lapas Narkotika Sungguminasa Perkuat UMKM, WBP Dibekali Keterampilan Jual

error: Content is protected !!

Don't Miss