Hijau Tumbuh di Balik Bui: Panen Perdana Hidroponik Lapas Narkotika Sungguminasa

Oktober 2, 2025
1 min read

Gowa — Di balik tembok tinggi dan gerbang besi yang biasanya identik dengan keterbatasan, justru tumbuh warna hijau yang menjanjikan harapan baru. Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Sungguminasa untuk pertama kalinya memanen sayuran hidroponik berupa pakcoi, bayam, hingga selada yang semuanya merupakan hasil olahan tangan warga binaan yang selama ini dibekali pelatihan kemandirian.

Panen perdana ini bukan sekadar uji coba. Ia menandai sebuah babak baru: bahwa lahan sempit dan ruang terbatas bukan halangan untuk mencetak sumber pangan segar yang bernilai gizi tinggi. Hidroponik, dengan sistem perakaran yang tumbuh tanpa tanah, menjadi jawaban atas keterbatasan lahan, sekaligus membuka jalan bagi para warga binaan untuk memahami konsep pertanian modern yang ramah lingkungan.

Kepala Lapas Narkotika Sungguminasa, Gunawan, yang hadir langsung di lokasi, menyebut panen tersebut sebagai bukti nyata keberhasilan program pembinaan.

“Di sini, para warga binaan belajar bahwa kerja sama, ketekunan, dan ilmu yang dipraktikkan bisa berbuah hasil nyata. Sayuran ini bukan hanya sekadar hasil percobaan, tapi menjadi fondasi untuk masa depan. Kita ingin mereka membawa pulang keterampilan ini saat kembali ke masyarakat, bahkan bisa membuka usaha sendiri,” ujarnya.

Lebih jauh, Gunawan menekankan bahwa keberhasilan kecil ini sejalan dengan arah program nasional ketahanan pangan. Jika skala produksi diperluas dan konsistensi dijaga, Lapas tak hanya memenuhi kebutuhan konsumsi internal, tetapi juga bisa menyumbang sayuran sehat untuk masyarakat luas.

Di bawah cahaya matahari pagi, ketika deretan sayuran hijau dipetik satu per satu, terlihat jelas bahwa panen ini bukan hanya tentang pangan. Ia adalah simbol perubahan bagaimana keterbatasan bisa melahirkan peluang, dan bagaimana warga binaan yang terpinggirkan tetap mampu menanam sesuatu yang bergizi, bermanfaat, dan penuh harapan.

Dengan hidroponik, Lapas Narkotika Sungguminasa tidak hanya membina manusia, tetapi juga menumbuhkan harapan bahwa kehidupan yang lebih sehat, hijau, dan produktif bisa dimulai dari tempat yang tak pernah disangka yakni di balik bui. (Eka)

Latest from Blog

Postingan Sebelum

Kejati Sulsel Tegaskan Komitmen Tangani Perkara Koneksitas, Fokus pada Aspek Maritim

Postingan Selanjutnya

Eks Gubernur dan Wali Kota Palembang Jadi Tersangka Korupsi Pasar Cinde

error: Content is protected !!

Don't Miss