Makassar — Sulawesi Selatan akan menyambut awal bulan Oktober dengan langit yang relatif bersahabat. Menurut prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Makassar, sebagian besar wilayah provinsi ini akan mengalami cuaca cerah berawan sepanjang pagi hingga sore, meski awan pembawa hujan tipis berpotensi mengguyur beberapa daerah pegunungan.
Pada siang hingga sore hari, wilayah Enrekang, Luwu Utara, Pinrang, dan Sinjai diperkirakan menerima hujan ringan. Hujan singkat seperti ini kerap menjadi penanda penting dalam siklus pertanian lokal, sekaligus menjaga kesegaran hutan tropis dan kebun cengkeh yang bertumbuh di lereng-lereng bukit.
Menjelang malam hingga dini hari, langit diprediksi lebih stabil, berawan tanpa hujan. Suhu udara berkisar antara 17–36°C, dengan kelembapan tinggi di rentang 60–100%, menciptakan udara lembap yang khas kawasan pesisir dan dataran tinggi Sulawesi Selatan. Angin bertiup dari utara hingga timur dengan kecepatan 10–40 km/jam, cukup terasa di wilayah pesisir Makassar dan Pangkep, tempat perahu-perahu nelayan kecil berlabuh.
BMKG tidak mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem. Namun, pola angin yang kian menguat bisa menjadi sinyal peralihan menuju puncak musim hujan dalam beberapa minggu mendatang. Bagi petani di dataran tinggi Toraja dan Enrekang, setiap tetes gerimis yang datang lebih awal sering dianggap sebagai kabar baik untuk masa tanam.
Di Sulawesi Selatan, cuaca bukan sekadar ramalan angka. Ia adalah denyut kehidupan: nelayan yang menakar arah angin, petani yang menunggu hujan, hingga hutan tropis yang menjaga keseimbangan ekologi.