Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Makassar menegaskan komitmennya menjaga nilai kebersamaan dan spiritualitas dengan menggelar doa bersama untuk keselamatan bangsa. Kegiatan yang berlangsung khidmat di Aula Sulistyadi itu diikuti seluruh jajaran petugas pemasyarakatan, pejabat struktural, hingga mahasiswa praktik kerja lapangan.
Doa dipimpin Pimpinan Majelis Dzikir dan Muhasabah Darut Taubah Makassar, Ustaz Firdaus Malie. Lantunan doa yang penuh penghayatan menggema, memohon agar Indonesia senantiasa diberkahi kedamaian, persatuan, dan dijauhkan dari segala bencana.
Kepala Rutan Kelas I Makassar, Jayadikusuma menegaskan, doa bersama ini tidak hanya menjadi wujud syukur, tetapi juga bentuk pengabdian insan pemasyarakatan kepada negeri.
“Momentum ini mempererat kebersamaan di antara jajaran kami sekaligus memperkuat harapan agar bangsa tetap aman, damai, dan sejahtera,” ujarnya.

Kehadiran mahasiswa PKL menambah kekhidmatan acara, sekaligus menjadi simbol keterbukaan Rutan Makassar terhadap sinergi dengan generasi muda. Doa bersama itu, menurut Kepala Rutan, mencerminkan wajah pemasyarakatan yang tidak hanya berorientasi pada tugas pengamanan, tetapi juga menumbuhkan kepedulian, persaudaraan, dan spiritualitas.
“Kami ingin menunjukkan bahwa pengabdian di Rutan bukan hanya sebatas tugas harian, melainkan juga doa dan harapan tulus bagi bangsa,” imbuhnya.

Melalui kegiatan ini, Rutan Makassar menegaskan perannya sebagai institusi yang hadir dengan semangat humanis. Bagi insan pemasyarakatan, doa bersama bukan sekadar ritual, tetapi sebuah refleksi bahwa pengabdian terbaik dimulai dari hati yang tulus untuk negeri. (Eka)