Maulid Nabi di Rutan Pangkep Jadi Ruang Refleksi dan Penguatan Keagamaan Warga Binaan

September 6, 2026
1 min read
Maulid Nabi di Rutan Pangkep Jadi Ruang Refleksi dan Penguatan Keagamaan Warga Binaan.

PANGKEP — Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Pangkep tidak sekadar menjadi kegiatan keagamaan. Momentum tersebut dimanfaatkan untuk menguatkan pembinaan kepribadian sekaligus mengajak warga binaan merefleksikan kembali nilai-nilai keteladanan Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan yang berlangsung di Masjid Baitut Taubah, Sabtu, 5 September 2026, itu diikuti pejabat struktural dan jajaran pegawai Rutan Pangkep, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) beserta anggota, serta warga binaan.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an. Setelah itu, Kasubsi Pelayanan Rutan Pangkep Djufri menyampaikan sambutan. Ia mengajak jamaah menjadikan peringatan Maulid sebagai momentum untuk meningkatkan kecintaan kepada Rasulullah SAW.

“Semoga perayaan Maulid ini membuat kita semakin mencintai dan meneladani sifat Rasulullah SAW,” kata Djufri.

Maulid Nabi di Rutan Pangkep Jadi Ruang Refleksi dan Penguatan Keagamaan Warga Binaan.

Pesan serupa disampaikan Ustadz Rajamuddin Patong dalam mauidhoh hasanah. Ia mengingatkan jamaah bahwa keteladanan Rasulullah tidak berhenti pada peringatan seremonial, tetapi perlu diwujudkan melalui kebiasaan baik dalam kehidupan sehari-hari.

“Rasulullah telah memberikan contoh yang baik. Mari terus berusaha meneladani sifat dan perilakunya serta meninggalkan kebiasaan buruk,” ujar Rajamuddin.

Bagi warga binaan, kegiatan keagamaan tersebut menjadi bagian dari proses pembinaan selama menjalani masa pidana. Ruang pembinaan tidak hanya diarahkan pada peningkatan keterampilan, tetapi juga pada penguatan mental, moral, dan kehidupan spiritual.

Maulid Nabi di Rutan Pangkep Jadi Ruang Refleksi dan Penguatan Keagamaan Warga Binaan.

Melalui kegiatan seperti Maulid Nabi, warga binaan didorong melakukan refleksi diri, memperbaiki perilaku, serta membangun kebiasaan positif sebagai bekal untuk kembali menjalani kehidupan di tengah masyarakat.

Pembinaan keagamaan juga menjadi salah satu cara Rutan Pangkep menciptakan lingkungan pembinaan yang lebih humanis. Nilai-nilai agama diharapkan tidak berhenti sebagai pengetahuan, tetapi menjadi landasan bagi warga binaan dalam membangun perubahan diri selama berada di dalam rutan. (Eka)

Postingan Sebelum

Kalapas Narkotika Sungguminasa Perkuat Kewaspadaan Petugas, Deteksi Dini Gangguan Keamanan Jadi Perhatian

Postingan Selanjutnya

Enam Pegawai Rutan Pangkep Resmi Jadi PNS, Syukuran Jadi Momentum Perkuat Pengabdian

Latest from Blog

Postingan Sebelum

Kalapas Narkotika Sungguminasa Perkuat Kewaspadaan Petugas, Deteksi Dini Gangguan Keamanan Jadi Perhatian

Postingan Selanjutnya

Enam Pegawai Rutan Pangkep Resmi Jadi PNS, Syukuran Jadi Momentum Perkuat Pengabdian

error: Content is protected !!

Don't Miss