Resiliensi Warga Binaan Naik, Lapas Narkotika Sungguminasa Dukung Program HOPE-PATH

Agustus 31, 2026
1 min read
Resiliensi Warga Binaan Naik, Lapas Narkotika Sungguminasa Dukung Program HOPE-PATH.

GOWA — Program HOPE-PATH yang digelar Tim Program Kreativitas Mahasiswa Pengabdian kepada Masyarakat (PKM-PM) Universitas Negeri Makassar (UNM) di Lapas Narkotika Kelas IIA Sungguminasa telah rampung. Program tersebut dinilai membantu memperkuat resiliensi warga binaan sebagai bekal menghadapi proses reintegrasi sosial setelah menjalani masa pidana.

Program HOPE-PATH dirancang untuk membantu warga binaan mengenali potensi diri, membangun harapan, serta menyusun tujuan hidup yang lebih realistis. Kegiatan dilakukan melalui sejumlah metode, antara lain refleksi diri, diskusi kelompok, penyusunan tujuan hidup, role play, pemetaan dukungan sosial, hingga latihan pengambilan keputusan.

Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan tingkat resiliensi peserta. Sebelum mengikuti program, tingkat resiliensi peserta berada dalam kategori sedang. Setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai, tingkat resiliensi mereka meningkat menjadi kategori tinggi.

Resiliensi Warga Binaan Naik, Lapas Narkotika Sungguminasa Dukung Program HOPE-PATH.

Kepala Lapas Narkotika Kelas IIA Sungguminasa, Ilham Agung Setyawan, mengapresiasi pelaksanaan program tersebut. Menurut dia, pendekatan pembinaan warga binaan tidak cukup hanya berorientasi pada keterampilan, tetapi juga perlu menyentuh kesiapan mental dan kemampuan sosial.

“Program HOPE-PATH memberikan warna positif dalam proses pembinaan di Lapas Narkotika Sungguminasa. Warga binaan tidak hanya diajak untuk melihat masa lalu, tetapi juga belajar mengenali potensi diri, membangun harapan, dan menyusun tujuan untuk kehidupan yang lebih baik,” kata Ilham.

Dia berharap pengalaman yang diperoleh peserta selama mengikuti program dapat menjadi bekal ketika mereka kembali ke keluarga dan lingkungan masyarakat.

“Kami berharap pengalaman dan pembelajaran yang diperoleh selama program ini dapat menjadi bekal bagi mereka untuk lebih siap kembali ke keluarga dan masyarakat,” ujarnya.

Resiliensi Warga Binaan Naik, Lapas Narkotika Sungguminasa Dukung Program HOPE-PATH.

Menurut Ilham, penguatan resiliensi menjadi bagian penting dalam proses pembinaan karena warga binaan akan menghadapi berbagai tantangan ketika kembali ke masyarakat. Kemampuan menghadapi tekanan, mengambil keputusan secara lebih positif, dan membangun dukungan sosial dinilai dapat membantu proses adaptasi setelah bebas.

Program HOPE-PATH sekaligus melengkapi pola pembinaan di Lapas Narkotika Sungguminasa. Pembinaan tidak hanya diarahkan pada peningkatan keterampilan, tetapi juga pada pembentukan kesiapan psikologis dan sosial warga binaan.

Peningkatan resiliensi peserta menjadi salah satu indikator bahwa pendekatan pembinaan yang melibatkan penguatan mental, harapan, tujuan hidup, dan dukungan sosial dapat memberikan kontribusi terhadap kesiapan warga binaan menghadapi kehidupan setelah menjalani masa pidana. (Eka)

Latest from Blog

Postingan Sebelum

Setelah Dua Kali Mangkir, Mantan Pj Gubernur Sulsel BB Akhirnya Diperiksa Kejati

Postingan Selanjutnya

Diperiksa 9 Jam Lebih, Eks Pj Gubernur Sulsel BB Kembali Dicecar soal Kasus Bibit Nanas

error: Content is protected !!

Don't Miss