MAROS — Kemerdekaan tidak hanya dirayakan dengan upacara. Di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Maros, semangat HUT ke-81 Republik Indonesia diterjemahkan melalui ruang bagi warga binaan untuk berolahraga, berkesenian, dan mengasah kemampuan bekerja sama.
Pekan Olahraga dan Seni Narapidana resmi dibuka pada Senin, 10 Agustus 2026. Kegiatan tersebut diikuti petugas dan warga binaan dengan berbagai perlombaan olahraga dan seni yang dirancang sebagai bagian dari program pembinaan.
Kepala Lapas Kelas IIB Maros Ali Imran mengatakan kegiatan itu bukan sekadar memeriahkan peringatan kemerdekaan. Menurut dia, olahraga dan seni dapat menjadi sarana membangun karakter warga binaan selama menjalani masa pembinaan.
“Kami berharap seluruh warga binaan dapat mengikuti kegiatan ini dengan penuh semangat, menjunjung tinggi sportivitas, dan menjadikan setiap pertandingan sebagai kesempatan untuk membangun sikap positif,” ujar Imran.
Ia mengatakan kegiatan olahraga dapat membantu menjaga kebugaran sekaligus menumbuhkan disiplin dan kemampuan bekerja sama. Adapun kegiatan seni menjadi ruang bagi warga binaan untuk menyalurkan kreativitas dan meningkatkan kepercayaan diri.
Nilai-nilai tersebut, kata Imran, penting dalam proses pembinaan karena perubahan perilaku tidak hanya dibangun melalui aturan, tetapi juga melalui kebiasaan positif yang dilakukan secara konsisten.
Selain menjadi arena kompetisi, Pekan Olahraga dan Seni Narapidana diharapkan memperkuat rasa kebersamaan di lingkungan Lapas Maros. Setiap pertandingan diarahkan berlangsung dengan menjunjung sportivitas dan saling menghargai.
Melalui kegiatan itu, Lapas Maros berupaya menjadikan peringatan HUT ke-81 RI sebagai momentum pembinaan. Semangat kemerdekaan diharapkan tidak berhenti pada perayaan, tetapi juga tumbuh menjadi dorongan bagi warga binaan untuk mengembangkan potensi dan mempersiapkan diri kembali ke tengah masyarakat. (Eka)