MASAMBA – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Masamba, Sulawesi Selatan, menjadi bagian dari pembinaan kepribadian warga binaan. Nilai keteladanan Rasulullah ditekankan sebagai bekal untuk memperkuat keimanan dan membangun perilaku yang lebih baik selama menjalani masa pembinaan.
Kegiatan tersebut digelar di Masjid Al-Hijrah Rutan Masamba pada Rabu, 2 September 2026, mulai pukul 09.30 Wita. Peringatan diikuti jajaran pegawai dan warga binaan pemasyarakatan (WBP) Muslim.
Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan (Ka KPR) Masamba, Sainal, yang juga menjadi ketua panitia, mengajak peserta tidak menjadikan Maulid sekadar kegiatan seremonial.
Menurut dia, keteladanan Nabi Muhammad SAW perlu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam lingkungan pemasyarakatan.
Kegiatan juga dihadiri Kepala Subseksi Pelayanan Tahanan Arman selaku Pelaksana Harian (Plh.) Kepala Rutan Masamba, jajaran pegawai dan petugas pengamanan, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Rutan Masamba beserta anggota, peserta magang, serta WBP Muslim.
Rangkaian acara diawali pembukaan oleh A. Muhaimin. Suasana masjid kemudian diisi pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh salah seorang warga binaan.
Hikmah Maulid disampaikan Ustaz Dr. Asgar Marzuki, S.Pd.I., M.Pd.I. Dalam tausiyahnya, Asgar mengingatkan peserta agar memaknai Maulid sebagai momentum memperkuat kecintaan kepada Rasulullah sekaligus memperbaiki perilaku.
Ia mengajak peserta memperbanyak shalawat serta meningkatkan iman dan ketakwaan kepada Allah SWT. Nilai lain yang ditekankan adalah pentingnya menebarkan kebaikan dan kepedulian kepada sesama.
Pesan tersebut dinilai relevan dalam konteks pembinaan warga binaan. Masa menjalani pidana, selain menjadi periode mempertanggungjawabkan perbuatan, juga menjadi kesempatan untuk melakukan perubahan melalui pembinaan kepribadian dan spiritual.
Para WBP mengikuti tausiyah dengan penuh perhatian. Kegiatan berlangsung khidmat dan menjadi ruang refleksi bagi warga binaan untuk memperkuat kehidupan spiritual serta menumbuhkan semangat memperbaiki diri.
Melalui kegiatan keagamaan seperti Maulid Nabi, Rutan Masamba berupaya menjadikan pembinaan tidak hanya berorientasi pada keamanan dan ketertiban, tetapi juga pada pembentukan karakter warga binaan agar siap kembali ke tengah masyarakat. (Eka)