Pembinaan Rohani Jadi Bekal Perubahan, Rutan Masamba Perkuat Karakter Warga Binaan

Juli 28, 2026
1 min read
Pembinaan Rohani Jadi Bekal Perubahan, Rutan Masamba Perkuat Karakter Warga Binaan.

MASAMBA – Pembinaan di lembaga pemasyarakatan tidak hanya bertujuan membentuk kedisiplinan dan keterampilan, tetapi juga membangun karakter melalui penguatan nilai-nilai spiritual. Atas dasar itu, Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Masamba kembali menggelar pembinaan kerohanian bagi warga binaan bekerja sama dengan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Luwu Utara, Selasa (28/7/2026).

Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 09.00 WITA itu dilaksanakan secara serentak di tiga lokasi, yakni Masjid Al-Hijrah, Blok Hunian Wanita, dan Gereja Oikumene. Warga binaan beragama Islam dan Kristen mengikuti pembinaan sesuai keyakinan masing-masing dengan pendampingan petugas pengamanan serta staf pelayanan tahanan.

Program tersebut menjadi bagian dari upaya pemenuhan hak warga binaan untuk menjalankan ibadah sekaligus memperkuat pembinaan mental dan spiritual selama menjalani masa pidana. Kolaborasi yang telah berlangsung secara berkelanjutan antara Rutan Masamba dan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Luwu Utara diharapkan mampu menghadirkan proses pembinaan yang lebih menyeluruh.

Di Masjid Al-Hijrah, penyuluh agama Islam menyampaikan materi bertema “Merenungi Kekuasaan Allah yang Meliputi Segala Sesuatu sehingga Membuat Kita Tersadar untuk Bersandar dan Berharap Hanya kepada-Nya.” Melalui materi tersebut, warga binaan diajak memahami makna tawakal, memperkuat ikhtiar, serta menjadikan pengalaman hidup sebagai pelajaran untuk memperbaiki diri.

Sementara itu, warga binaan perempuan mengikuti pengajian rutin dan tadarus Al-Qur’an. Pembinaan difokuskan pada penyempurnaan bacaan sesuai kaidah tajwid, pendalaman makna ayat-ayat suci, serta pembentukan akhlak sebagai bekal menjalani kehidupan yang lebih baik setelah bebas nanti.

Di Gereja Oikumene, penyuluh agama Kristen memberikan pembinaan bertema “Iman yang Mengalahkan Dunia.” Materi tersebut mendorong warga binaan untuk tetap memiliki pengharapan, memperkuat iman, dan membangun keteguhan hati dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.

Seluruh rangkaian pembinaan berlangsung dalam suasana khusyuk dan kondusif. Warga binaan tampak mengikuti setiap sesi dengan antusias, berdiskusi bersama penyuluh agama, serta menunjukkan semangat memperdalam nilai-nilai keagamaan sebagai bagian dari proses pembinaan diri.

Dalam sistem pemasyarakatan, pembinaan kerohanian menjadi salah satu instrumen penting untuk mendukung proses reintegrasi sosial. Penguatan spiritual dinilai mampu membantu warga binaan membangun kesadaran atas kesalahan yang pernah dilakukan, mengendalikan emosi, serta menumbuhkan optimisme untuk menjalani kehidupan yang lebih produktif setelah kembali ke tengah masyarakat.

Melalui sinergi dengan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Luwu Utara, Rutan Kelas IIB Masamba menegaskan komitmennya menghadirkan pembinaan yang tidak hanya mengembangkan aspek intelektual dan keterampilan, tetapi juga membangun kekuatan mental serta spiritual. Upaya tersebut diharapkan menjadi bekal bagi warga binaan untuk kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang lebih bertanggung jawab dan bermanfaat. (Eka)

Latest from Blog

Postingan Sebelum

Pekan Depan, Kejari Makassar Periksa Maraton Saksi Dugaan Korupsi Dana Hibah KONI Rp15 Miliar

Postingan Selanjutnya

Tim Tenis Kanwil Ditjenpas Sulsel Raih Juara III Kejati Cup 2026, Mulyadi: Cerminan Disiplin dan Kekompakan

error: Content is protected !!

Don't Miss