Dalam rangka menyemarakkan peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Sulawesi Selatan (Kanwil KemenHAM Sulsel) terus menggencarkan edukasi kepada masyarakat, salah satunya melalui kegiatan penguatan kapasitas Hak Asasi Manusia (HAM) yang digelar di Kecamatan Rappocini, Kota Makassar, Jumat (15/8/2025).
Sebanyak 100 warga antusias mengikuti kegiatan ini yang bertujuan memperluas pemahaman publik mengenai nilai-nilai kemanusiaan serta meningkatkan partisipasi aktif warga dalam menegakkan HAM.
Kegiatan tersebut berlangsung dengan menggandeng Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan, khususnya Puskesmas Mangasa. Dua narasumber hadir memberikan materi, yakni drg. Dewi Ariyani. selaku Kepala Puskesmas Mangasa dan dr. Nurul Afina Ramadhani Irfan selaku Dokter pada Puskesmas Mangasa.
Acara diawali dengan laporan Ketua Panitia, Kepala Bidang Instrumen dan Penguatan HAM, Idawati Parapak. Ia menjelaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar forum penyampaian materi, tetapi juga wadah dialog yang mendorong masyarakat agar lebih kritis, peka, dan bertanggung jawab terhadap isu-isu HAM di lingkungan sekitar.
Sementara itu, Kepala Kanwil KemenHAM Sulsel, Daniel Rumsowek, dalam sambutannya menegaskan bahwa peringatan HUT RI ke-80 merupakan momentum tepat untuk merefleksikan makna kemerdekaan secara utuh.
Menurutnya, kemerdekaan sejati bukan hanya terbebas dari penjajahan, tetapi juga terbebas dari segala bentuk diskriminasi, ketidakadilan dan pelanggaran martabat manusia.
“Kegiatan ini merupakan implementasi dari Penghormatan, Perlindungan, Pemenuhan, Penegakan dan Pemajuan HAM (P5HAM), khususnya Hak atas kesehatan. Setiap individu wajib memperoleh hak atas kesehatan tanpa diskriminasi,” tegas Daniel.

Ia menambahkan, kesadaran akan hak-hak dasar merupakan modal penting untuk membangun masyarakat yang lebih beradab dan berkeadilan.
Dalam materi yang dipaparkan, narasumber juga menegaskan bahwa hak atas kesehatan mencakup akses terhadap layanan kesehatan yang layak, lingkungan yang sehat, serta pengetahuan yang cukup untuk menjaga diri dari penyakit.
Materi ini mendapat respons positif dari peserta, yang menilai pentingnya menghubungkan isu kesehatan dengan pemenuhan HAM secara keseluruhan.
Terpisah, Kepala Bagian Tata Usaha dan Umum Kanwil KemenHAM Sulsel, Utary Sukmawari berharap melalui rangkaian kegiatan tersebut, kesadaran dan pemahaman masyarakat terkait HAM semakin menguat, khususnya dalam mengaitkan hak-hak dasar dengan kehidupan sehari-hari.
“Dengan kolaborasi antara pemerintah, tenaga ahli, dan masyarakat, cita-cita untuk mewujudkan lingkungan yang inklusif, sehat dan berkeadilan di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara dapat tercapai, sejalan dengan semangat kemerdekaan yang telah diperjuangkan para pendahulu bangsa,” ungkapnya. (Eka)