MAKASSAR — Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Makassar memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 12 Rabiul Awal 1448 Hijriah, Senin, 24 Agustus 2026. Peringatan tersebut menjadi bagian dari pembinaan kepribadian sekaligus momentum untuk menanamkan nilai keteladanan Rasulullah dalam kehidupan petugas dan warga binaan.
Kegiatan berlangsung dalam suasana khidmat. Petugas dan warga binaan mengikuti rangkaian acara keagamaan yang diisi dengan doa, tausiah, serta refleksi mengenai akhlak dan keteladanan Nabi Muhammad SAW.
Kepala Rutan Kelas I Makassar, Jayadikusumah, mengatakan peringatan Maulid tidak semata-mata menjadi kegiatan seremonial. Menurut dia, momentum tersebut dapat dimanfaatkan untuk menerapkan nilai-nilai keteladanan Rasulullah dalam menjalankan tugas maupun berinteraksi di lingkungan rutan.
“Semoga melalui peringatan ini, nilai-nilai keteladanan Rasulullah dapat kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam menjalankan tugas maupun dalam membangun hubungan yang harmonis,” kata Jayadikusumah.
Nilai yang ditekankan dalam peringatan tersebut antara lain kesabaran, kedisiplinan, keikhlasan, dan sikap saling menghargai. Nilai-nilai itu dinilai relevan dengan kehidupan di lingkungan pemasyarakatan yang membutuhkan pembinaan secara berkelanjutan.
Bagi warga binaan, kegiatan keagamaan menjadi salah satu sarana untuk memperkuat pembinaan mental dan spiritual. Tausiah dan pesan keagamaan diharapkan dapat mendorong warga binaan melakukan introspeksi, memperbaiki perilaku, serta membangun kesiapan untuk kembali menjalani kehidupan di tengah masyarakat.
Pembinaan di lembaga pemasyarakatan dan rumah tahanan tidak hanya berkaitan dengan aspek keamanan dan ketertiban. Penguatan kepribadian dan spiritual juga menjadi bagian penting dalam proses perubahan perilaku warga binaan agar mereka memiliki bekal ketika kembali ke lingkungan sosial.
Rutan Makassar menyatakan akan terus mendorong kegiatan pembinaan yang mengedepankan nilai kemanusiaan, keagamaan, dan pembentukan karakter.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tahun ini pun diarahkan sebagai pengingat bagi seluruh pihak di lingkungan Rutan Makassar untuk menjadikan akhlak Rasulullah sebagai teladan dalam menjalankan tugas dan kehidupan sehari-hari.
Meneladani Rasulullah, menguatkan iman, dan menebar kebaikan menjadi pesan utama dalam peringatan tersebut. (Eka)