Ribuan Pendaki Padati Bawakaraeng, Tim SAR Siaga

Agustus 16, 2026
1 min read
Ribuan Pendaki Padati Bawakaraeng, Tim SAR Siaga.

GOWA — Sebanyak 2.946 pendaki tercatat memasuki kawasan Gunung Bawakaraeng, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, untuk memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Kantor Pencarian dan Pertolongan Makassar mengerahkan tim SAR gabungan untuk mengantisipasi kecelakaan selama kegiatan pendakian.

Operasi siaga khusus pengibaran Bendera Merah Putih di puncak Gunung Bawakaraeng berlangsung selama empat hari, 15-18 Agustus 2026. Posko utama ditempatkan di Lembanna, sekitar 86 kilometer dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Makassar.

Tim SAR gabungan mulai bergerak ke sejumlah titik pengamanan pada Jumat, 15 Agustus 2026, pukul 19.00 WITA. Delapan titik disiapkan, yakni Posko Lembanna, Posko Aju Bulu Balea, Pos 5, Pos 7, dan Pos 8 jalur Lembanna, puncak Gunung Bawakaraeng, Lembah Ramma, serta jalur Tassoso.

Pada Sabtu pagi, 16 Agustus, personel siaga khusus mulai memantau arus pendaki yang bergerak menuju puncak. Pengamanan dilakukan untuk mengantisipasi kondisi darurat di tengah lonjakan jumlah pendaki menjelang perayaan HUT RI.

Data Kantor Pencarian dan Pertolongan Makassar hingga pukul 13.00 WITA mencatat 2.946 pendaki telah melakukan registrasi melalui sejumlah jalur. Sebanyak 183 orang tercatat melalui Lembanna, 1.195 orang melalui Bulu Balea, 872 orang melalui Tassoso, dan 396 orang melalui Kanreapia.

Hingga laporan tersebut diperbarui, kondisi cuaca di kawasan gunung terpantau cerah. Tidak ada pendaki yang dilaporkan mengalami kendala maupun kecelakaan.

Sebanyak 211 personel dari 32 organisasi potensi SAR dilibatkan dalam operasi tersebut. Mereka disebar di sejumlah titik untuk memperkuat pengawasan dan memberikan pertolongan jika terjadi keadaan darurat.

Gunung Bawakaraeng memiliki ketinggian sekitar 2.830 meter di atas permukaan laut. Kawasan ini menjadi salah satu tujuan pendakian yang ramai didatangi warga menjelang peringatan HUT Kemerdekaan.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar Muhammad Arif Anwar mengatakan pemantauan dilakukan untuk memastikan keselamatan para pendaki selama berada di jalur maupun kawasan puncak.

Operasi siaga khusus tersebut mengacu pada Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2014 tentang Pencarian dan Pertolongan serta regulasi terkait lainnya. Tim SAR akan tetap bersiaga hingga rangkaian kegiatan berakhir pada 18 Agustus 2026.

Latest from Blog

Postingan Sebelum

Khidmat di TMP Mario, Karutan Sidrap Ikuti Renungan Suci

Postingan Selanjutnya

Rutan Sidrap Raih Peringkat Pertama Lomba Kebersihan Kantor

error: Content is protected !!

Don't Miss