MAKASSAR – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Makassar membagikan hasil panen selada hidroponik kepada keluarga yang datang membesuk warga binaan pada Rabu, 5 Agustus 2026. Kegiatan itu menjadi bagian dari upaya memperkenalkan program pembinaan kemandirian sekaligus menunjukkan hasil pelatihan yang dijalankan di dalam rutan.
Selada yang dibagikan merupakan hasil budidaya warga binaan yang mengikuti pelatihan pertanian hidroponik di bawah pendampingan petugas. Program tersebut tidak hanya diarahkan untuk menghasilkan produk pertanian, tetapi juga menjadi media pembelajaran keterampilan yang dapat dimanfaatkan warga binaan setelah kembali ke masyarakat.
Pembagian hasil panen disambut antusias para pengunjung. Momentum itu dimanfaatkan Rutan Makassar untuk memperkenalkan berbagai program pembinaan yang selama ini dikembangkan, khususnya di bidang kemandirian dan ketahanan pangan.

Kepala Rutan Kelas I Makassar, Jayadikusumah, mengatakan program budidaya hidroponik dirancang sebagai sarana membangun keterampilan, disiplin, dan tanggung jawab warga binaan. Menurut dia, proses pembinaan tidak hanya diukur dari hasil panen, tetapi juga dari kemampuan warga binaan mengembangkan kompetensi yang bermanfaat sebagai bekal setelah menyelesaikan masa pidana.
Seluruh tahapan budidaya, mulai dari penyemaian, perawatan hingga panen, dilakukan oleh warga binaan dengan bimbingan petugas. Melalui pola pembelajaran tersebut, warga binaan memperoleh pengalaman praktik sekaligus memahami proses produksi pertanian secara berkelanjutan.
Program budidaya selada merupakan bagian dari pembinaan kemandirian yang sejalan dengan penguatan ketahanan pangan di lingkungan pemasyarakatan. Selain menghasilkan produk yang dapat dimanfaatkan, kegiatan itu diharapkan mampu menumbuhkan etos kerja, kemandirian, dan rasa percaya diri warga binaan.

Rutan Makassar berharap kegiatan tersebut dapat memperkuat hubungan dengan masyarakat sekaligus meningkatkan pemahaman publik bahwa pembinaan di lembaga pemasyarakatan tidak hanya berfokus pada aspek pengamanan, tetapi juga pada pemberdayaan dan pengembangan keterampilan warga binaan agar lebih siap menjalani kehidupan produktif setelah bebas. (Eka)