Pendaki Tersambar Petir di Puncak Gunung Monrolo Maros, Satu Orang Tewas

Mei 25, 2026
1 min read
Pendaki Tersambar Petir di Puncak Gunung Monrolo Maros, Satu Orang Tewas.

MAROS — Seorang pendaki tewas setelah tersambar petir di puncak Gunung Monrolo, Desa Bonto Manurung, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Ahad petang, 24 Mei 2026. Empat pendaki lain yang berada dalam rombongan yang sama selamat dalam peristiwa tersebut.

Kepala Kantor Basarnas Makassar Muh. Arif Anwar mengatakan laporan mengenai insiden itu diterima pihaknya sekitar pukul 20.28 WITA. Tim SAR gabungan kemudian diterjunkan untuk melakukan evakuasi pada malam hari.

“Lima orang pendaki terkena sambaran petir di puncak Gunung Monrolo. Empat orang selamat, sementara satu orang meninggal dunia atas nama Fauzan, 25 tahun, warga Kecamatan Simbang, Maros,” kata Arif dalam keterangannya, Senin, 25 Mei 2026.

Menurut Arif, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 17.20 WITA saat cuaca di kawasan pegunungan tiba-tiba berubah menjadi hujan. Saat rombongan berada di puncak dan hendak mengambil dokumentasi, petir menyambar area tempat mereka berdiri.

Tim SAR gabungan tiba di kaki Gunung Monrolo sekitar pukul 23.30 WITA dan langsung melakukan pendakian untuk menjangkau lokasi korban. Sebanyak 22 personel dikerahkan dalam operasi awal, terdiri atas unsur Basarnas, BPBD Maros, Damkar Maros, SAR Unhas, PMI Maros, komunitas relawan, serta warga setempat.

Proses evakuasi berlangsung cukup sulit karena medan pendakian yang curam dan berbatu. Gunung Monrolo yang memiliki ketinggian sekitar 1.109 meter di atas permukaan laut itu memiliki sejumlah titik terjal yang mengharuskan tim menggunakan tali pengaman.

“Gunungnya terjal dan berbatu. Ada beberapa titik yang sangat curam sehingga tim harus menggunakan tali. Kondisi ini membuat proses evakuasi membutuhkan waktu lebih lama,” ujar Arif.

Untuk mempercepat penanganan, tim SAR tambahan berjumlah 20 personel kembali diterjunkan pada Senin pagi.

Tim gabungan akhirnya mencapai lokasi korban di puncak gunung sekitar pukul 05.50 WITA. Setelah proses evakuasi selama sekitar tiga setengah jam, jenazah Fauzan berhasil dibawa turun ke kaki gunung pada pukul 09.20 WITA dan selanjutnya dievakuasi menggunakan ambulans ke Puskesmas Tompobulu.

Operasi SAR resmi ditutup pada pukul 09.26 WITA setelah seluruh korban berhasil dievakuasi. Seluruh personel yang terlibat kemudian dikembalikan ke instansi masing-masing.

Latest from Blog

Peserta Magang Kemnaker Paparkan Inovasi di Lapas Maros

MAROS — Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Maros menggelar pemaparan inovasi Program MagangHub Batch 2 yang diikuti peserta magang dari Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia, Kamis, 21 Mei 2026. Kegiatan itu menjadi bagian dari

Lapas Parepare Raih Nilai Sempurna IKPA KPPN Parepare

PAREPARE — Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Parepare meraih peringkat pertama Indikator Kinerja Pelaksanaan Anggaran (IKPA) kategori pagu DIPA sedang Tahun Anggaran 2025 dengan nilai sempurna 100. Capaian itu menegaskan konsistensi lembaga tersebut

Apoteker dan Mahasiswa Desak BPOM Cabut Peraturan Baru

MAKASSAR– Puluhan apoteker, mahasiswa, dan pemuda yang tergabung dalam Aliansi Apoteker Menggugat menggelar demonstrasi di depan kantor Balai Besar POM di Makassar, Kamis, 21 Mei 2026. Mereka menolak Peraturan Kepala BPOM Nomor
Postingan Sebelum

Rutan Makassar Buka Layanan Hapus Tato Gratis bagi Warga Binaan

error: Content is protected !!

Don't Miss