WAJO — Tim SAR gabungan masih mencari seorang warga lanjut usia yang diduga terseret arus saluran irigasi di Desa Wage, Kecamatan Sabbang Paru, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, sejak Ahad, 24 Mei 2026. Korban diketahui bernama Langasi, 70 tahun.
Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar menerima laporan kejadian dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Wajo pada pukul 15.20 WITA. Berdasarkan laporan tersebut, korban diduga jatuh ke saluran irigasi sekitar pukul 13.00 WITA, sekitar 600 meter dari rumahnya.
Sejumlah warga sempat berupaya menolong korban setelah melihat tubuhnya terbawa arus. Namun derasnya aliran air membuat upaya penyelamatan tidak berhasil.
Menindaklanjuti laporan itu, Basarnas memberangkatkan Tim Rescue Pos SAR Bone menuju lokasi pada pukul 15.35 WITA dengan membawa peralatan operasi pencarian dan pertolongan. Tim tiba pada malam hari setelah menempuh perjalanan sekitar dua jam.
Karena kondisi sudah gelap, pencarian intensif belum dilakukan pada hari pertama. Petugas hanya melakukan koordinasi dengan pemerintah setempat dan keluarga korban untuk menyiapkan operasi lanjutan.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar, Muhammad Arif Anwar, mengatakan pihaknya langsung mengerahkan personel dan peralatan untuk mempercepat pencarian korban.
“Setelah menerima informasi dari BPBD Wajo, kami segera menggerakkan Tim Rescue Pos SAR Bone menuju lokasi kejadian. Saat ini tim SAR gabungan melaksanakan pencarian dengan menyisir area saluran irigasi dan lokasi-lokasi yang berpotensi menjadi titik keberadaan korban,” kata Arif dalam keterangan tertulis, Senin, 25 Mei 2026.
Pada hari kedua operasi, Senin pagi, tim SAR memperluas area pencarian dengan membagi personel ke dalam tiga Search and Rescue Unit (SRU). Langkah itu dilakukan untuk memaksimalkan penyisiran dari saluran irigasi hingga aliran Sungai Walanae yang diduga menjadi jalur hanyut korban.
SRU 1 melakukan penyisiran menggunakan metode body rafting dari lokasi kejadian menuju muara saluran irigasi yang terhubung ke Sungai Walanae sejauh sekitar satu kilometer. SRU 2 melakukan pencarian menggunakan dua perahu karet dari muara saluran irigasi hingga wilayah Bonto Tenne sejauh lima kilometer. Adapun SRU 3 menyisir area dari Bonto Tenne hingga Jembatan Cappie dengan satu unit perahu karet sejauh sekitar lima kilometer.
“Strategi ini dilakukan untuk memperluas area pencarian mulai dari saluran irigasi hingga Sungai Walanae yang menjadi jalur potensial terbawanya korban,” ujar Arif.
Operasi SAR melibatkan sejumlah unsur, antara lain Basarnas, SAR Brimob, BPBD Wajo, Dinas Pemadam Kebakaran Wajo, PMI Wajo, Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan warga setempat.
Hingga Senin sore, korban belum ditemukan dan pencarian masih terus dilakukan.