SORALOKA.id, MAKASSAR — Universitas Kristen Indonesia (UKI) Paulus melepas 577 lulusan dalam sebuah seremoni akademik yang berlangsung khidmat namun sarat pesan strategis tentang daya saing global dan relevansi pendidikan tinggi di Indonesia timur, Jumat, 27 Maret 2026.
Dalam Rapat Senat Terbuka Luar Biasa di Hotel Dalton, institusi tersebut menegaskan ambisinya untuk tidak sekadar mencetak sarjana, melainkan membentuk tenaga profesional yang siap berkompetisi di tengah lanskap ekonomi yang terus berubah.
Rektor UKI Paulus, Prof. Dr. Agus Salim, S.H., M.H., menyampaikan bahwa dari total wisudawan, 399 berasal dari jenjang sarjana dan sarjana terapan, sementara 177 lainnya merupakan lulusan program magister.
“Wisuda ini bukan akhir, melainkan awal dari kontribusi nyata di masyarakat. Lulusan harus mampu beradaptasi, bersaing, dan memberi dampak,” ujar Agus dalam pidato akademiknya.
Distribusi lulusan mencerminkan kekuatan tradisional kampus di bidang teknik dan ekonomi. Fakultas Teknik menyumbang jumlah terbesar, diikuti Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Fakultas Hukum, serta Fakultas Informatika dan Komputer. Sementara pada jenjang pascasarjana, Program Magister Manajemen menjadi kontributor utama, disusul Magister Ilmu Hukum dan Teknik.

Lebih jauh, Agus menyoroti ekspansi kelembagaan yang dinilainya sebagai respons terhadap tuntutan zaman. Dalam kurun 2020 hingga 2024, kampus ini membuka enam program studi baru, diikuti enam program tambahan pada tahun akademik 2025/2026, termasuk Kedokteran, Kecerdasan Buatan, dan Doktor Hukum adalah bidang-bidang yang mencerminkan arah strategis pendidikan tinggi global.
“Penguatan institusi tidak bisa ditunda. Kami bergerak menyesuaikan diri dengan kebutuhan industri dan perkembangan ilmu pengetahuan,” katanya.
Langkah internasionalisasi juga mulai terlihat. Pada semester ganjil 2025/2026, UKI Paulus menerima 14 mahasiswa asing asal Timor Leste, sebuah sinyal awal keterbukaan kampus terhadap jejaring global.
Di sisi lain, Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) mencatat 596 peserta, sementara sektor penelitian menunjukkan peningkatan signifikan, dengan nilai kontrak mencapai Rp1,41 miliar pada 2025 dan proposal senilai Rp8,13 miliar diajukan untuk 2026.
Prestasi akademik tertinggi pada jenjang sarjana diraih dua lulusan Ilmu Hukum dengan indeks prestasi kumulatif nyaris sempurna, 3,99. Capaian serupa juga ditorehkan lulusan terbaik program magister dari bidang hukum dan manajemen.
Namun, seremoni tersebut tidak sepenuhnya diwarnai euforia. Civitas akademika turut mengenang dua sosok yang wafat sebelum momen wisuda berlangsung, sebuah pengingat akan dimensi manusiawi di balik capaian akademik.
Acara ini dihadiri oleh pimpinan yayasan, perwakilan otoritas pendidikan tinggi, serta sejumlah tokoh masyarakat dan legislatif, menegaskan posisi UKI Paulus sebagai salah satu institusi pendidikan yang terus bertumbuh di kawasan timur Indonesia. (Eka)