Makassar — UKI Paulus hanya membuka 50 kursi bagi mahasiswa angkatan pertama Fakultas Kedokteran, sebuah keputusan yang menurut Wakil Rektor I, Prof. Yoel Passae, dilakukan untuk menjaga mutu pendidikan dokter yang baru dibuka tersebut.
“Kuota awal hanya 50 orang. Ini untuk memastikan standar mutu benar-benar terjaga. Kami ingin angkatan pertama berjalan dengan ketat, terukur, dan berkualitas,” ujar Prof Yoel saat peluncuran Fakultas Kedokteran di Gedung Lilin Rektorat UKI Paulus, Sabtu, (15/11/2025).
Menurut dia, pembukaan pendaftaran dilakukan setelah UKI Paulus resmi mengantongi SK pendirian Fakultas Kedokteran dari Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah IX Sultanbatara. Pendaftaran Camaba berlangsung mulai 15 hingga 24 November melalui portal resmi UKI Paulus, sementara tes seleksi dijadwalkan pada 26–27 November.
Prof Yoel menegaskan bahwa pembatasan kuota bukan bentuk keterbatasan, melainkan strategi pengembangan akademik bertahap. Ia menyebut sejumlah calon mahasiswa sudah mendaftar secara daring dan menunjukkan minat tinggi terhadap program baru tersebut.
“Kami ingin membangun pondasi yang benar. Angkatan perdana harus menjadi contoh kualitas fakultas ini ke depan,” ujarnya.
Rektor UKI: Perjalanan Delapan Bulan yang Tidak Singkat
Rektor Universitas Kristen Indonesia, Prof. Dhaniswara K. Harjono, mengapresiasi pencapaian UKI Paulus setelah melalui proses pemenuhan persyaratan selama delapan bulan untuk mendirikan Fakultas Kedokteran.
“Delapan bulan bukan waktu yang singkat. Saya bangga karena UKI Paulus berhasil memenuhi seluruh standar yang diminta,” katanya.
Ia menambahkan bahwa keunggulan fakultas kedokteran tidak hanya dinilai dari gedung dan fasilitas fisik, tetapi juga kekuatan akademiknya.
“Fakultas Kedokteran yang unggul adalah fakultas yang kokoh secara akademik. Itu sejalan dengan tagline Dikti: apa yang kita lakukan harus berdampak,” ujarnya.
LLDikti: Bukti UKI Paulus Terus Maju
Kepala LLDikti Wilayah IX Sultanbatara, Andi Lukman Hakim, menyebut pendirian Fakultas Kedokteran UKI Paulus sebagai prestasi penting yang dicapai melalui perjuangan panjang.
“Ini adalah capaian besar yang tidak mudah. UKI Paulus telah menunjukkan komitmennya untuk terus maju dan memberi dampak bagi masyarakat,” katanya.
Ia berharap momentum ini menjadi awal kontribusi baru UKI Paulus dalam pemenuhan tenaga kesehatan profesional di kawasan Indonesia Timur. (Eka)